Model Pembelajaran Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Kompetensi Berpikir Kritis Peserta Didik
Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr
Pada era industri 4.0, para pendidik dituntut untuk dapat melahirkan peserta didik yang memiliki keahlian dalam hal berpikir kritis. Kemampuan berpikir peserta didik sangat diperlukan agar peserta didik terbiasa menghadapi berbagai problem atau permasalahan yang dihadapinya serta dapat memecahkan problem atau masalah tersebut dengan baik dan benar.
Menurut Yahya Muhammad Mukhlis (2014), model pembelajaran berbasis PjBL (Project Based Learning) merupakan model pembelajaran yang didalamnya terdapat kerja proyek dan prosesnya.
Adapun tujuan penggunaan model pembelajaran berbasis PjBL (Project Based Learning) ini menurut Trianto (2014) adalah untuk mengembangkan keterampilan serta keahlian berpikir kritis peserta didik dalam menghadapi permasalahan yang diterima secara langsung dan untuk memberikan wawasan yang luas terhadap peserta didik ketika menghadapi permasalahan secara langsung.
Berdasarkan teori tersebut maka dapat penulis simpulkan bawa model pembelajaran berbasis PjBL (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang memberikan keleluasaan secara penuh kepada peserta didik untuk dapat menyelesaikan proyek pembelajaran yang telah diberikan oleh pendidik.
Proyek pembelajaran yang diberikan oleh pendidik diartikan sebagai problem atau masalah yang harus dipecahkan atau dicarikan solusinya oleh peserta didik. Melalui tahap awal hingga tahap akhir pembelajaran secara tidak langsung peserta didik telah aktif dalam sebuah pembelajaran dan mengembangkan keahlian berpikir kritisnya.
Berdasarkan pengalaman penulis, beberapa sintaks atau tahap dalam mengimplementasikan model pembelajaran berbasis PjBL (Project Based Learning) sebagai berikut:
1. Tahap Penentuan Proyek Pembelajaran
Proyek pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tema pembelajaran. Pendidik hendaknya memberikan petunjuk terkait proyek yang akan dikerjakan oleh peserta didik. Diskusi antara pendidik dan peserta didik sangat diperlukan dalam hal ini.
2. Tahap Rencana Penyelesaian Proyek Pembelajaran
Pada tahap ini pendidik menentukan kelompok belajar peserta didik. Peserta didik mulai mendiskusikan proyek pembelajaran dengan rekan kelompoknya
