Model Pembelajaran Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Kompetensi Berpikir Kritis Peserta Didik
3. Tahap Penentuan Jadwal Pelaksanaan Proyek Pembelajaran
Pada tahap ini perlu disepakati antara pendidik dan peserta didik terkait waktu pengerjaan proyek pembelajaran dan juga tahap-tahapnya. Tujuannya adalah agar realisasi pengerjaan proyek pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama
4. Tahap Penyelesaian Proyek Pembelajaran dengan Monioring Pendidik
Dalam tahap ini tiap-tiap peserta didik dituntut untuk berperan aktif dalam pengerjaan proyek pembelajaran dalam kelompoknya. Pada tahap ini juga pendidik memfasilitasi proyek pembelajaran memantau dan juga memberikan penilaian berupa observasi oleh pendidik
5. Tahap Penyusunan Laporan Hasil Proyek Pembelajaran dan Presentasi atau Publikasi
Peserta didik dalam tiap-tiap kelompoknya menyusun laporan proyek pembelajaran yang telah dikerjannya. Kemudian tiap-tiap kelompok atau perwakilan kelompoknya mempresentasikan hasil laporan proyek pembelajarannya di depan kelas serta boleh ditanggapi oleh peserta didik dari kelompok lain. Pendidik juga dapat melakukan observasi untuk menilai keaktifan tiap-tiap peserta didik dalam diskusi
6. Tahap Evaluasi
Pada tahap ini pendidik melakukan evaluasi dan refleksi terhadap proyek pembelajaran yang telah dikerjakan oleh tiap-tiap kelompok. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat memahami makna dari materi pembelajaran serta dapat dijadikan bahan perbaikan untuk kedepannya.
Pada akhirnya, model pembelajaran berbasis PjBL (Project Based Learning) ini sangat baik sekali untuk diimplementasikan oleh para pendidik untuk mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Dengan model pembelajaran berbasis PjBL (Project Based Learning) ini juga peserta didik akan semakin memahami materi pembelajaran melalui proses praktik secara langsung dan wawasannya akan semakin luas.
Penulis merupakan Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
