Cinta dan Takut setelah Ramadan
Kita bersihkan hati dan pikiran kita dari prasangka buruk terhadap perbuatan ataupun perkataan saudara kita sesama muslim ataupun non muslim melalui berbagai ibadah di bulan Ramadan.
Terdapat berbagai ibadah istimewa yang dapat kita lakukan di pertengahan dan menuju akhir bulan Ramadan ini. Salah satunya yaitu bersungguh-sungguh mencari kemuliaan pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Malam itu ialah malam Lailatul Qodar, malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Sebagaimanan dijelaskan dalam surat Al-Qodr ayat 1-5. Pada malam-malam itu kita disunahkan memperbanyak salat malam, berdoa, istighfar dan membaca Al-Qur’an agar mendapat kemuliaan yang belum tentu kita dapatkan di tahun berikutnya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A yang artinya:
Aisyah berkata, “Saya pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika saya mendapati malam lailatul qadar, apa yang harus saya ucapkan pada malam tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Hendaklah kamu membaca doa, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah segala kesalahanku).” (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i & Ibnu Majah).
Pada malam-malam itu, kita mestinya memperbanyak doa memohon ampunan kepada Allah SWT karena kesalahan dan dosa dari hati, pikiran,perkataan dan perbuatan kita yang sengaja ataupun tidak sengaja yang tak terhitung jumlahnya.
Dosa-dosa itu yang mengotori hati kita hingga melemahkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, melemahkan rasa cinta kepada Allah SWT saat beribadah dan melemahkan rasa takut mendekati larangan-Nya.
Pada Ramadan ini, mari kita bersungguh-sungguh dengan niat membersihkan hati dan pikiran kita sehingga menghasilkan rasa cinta dan takut kepada Allah setelah Ramadan.
Kemudian istiqomah menjaga dan memupuk cinta dan takut kepada Allah SWT. Hingga dipertemukan kembali pada Ramadan tahun depan.
Penulis merupakan Fasilitator di SDIT Alam Cahaya.
