Jaga Hati, Pikiran, dan Lisan
Oleh: Nurhidayati
Sebagai manusia, kita tidak luput dari kesalahan dan dosa. Salah satu dosa yang sering dilakukan tanpa disadari adalah berbicara buruk tentang saudara kita.
Padahal, apa yang keluar dari mulut berasal dari hati. Jika hati seseorang kotor dan dipenuhi penyakit, maka hal itu akan mempengaruhi pikirannya.
Dari pikiran, turunlah ke lisan, sehingga tanpa sadar kita bisa menyakiti orang lain.
Banyak hal di dunia ini yang membuat seseorang tidak pernah merasa puas atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Salah satunya adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, melihat pencapaian mereka, dan merasa kurang dengan apa yang dimiliki. Padahal, Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu kufur (ingkar), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim: 7)
Dari ayat ini dapat kita simpulkan bahwa jika kita bersyukur, maka nikmat kita akan ditambah, dan apa bila engkau ingkar atau kufur maka akan mendapatkan azab.
Namun, sering kali kita justru merasa tidak cukup dan terus menginginkan lebih. Sedangkan Allah juga telah menjelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًۭا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ
Artinya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat (pahala) dari (kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang dikerjakannya…” (QS. Al-Baqarah: 286)
Allah maha adil Allah maha tau kebutuhan hambanya, apa pun yang diberikan Allah sudah cukup dan sesuai dengan porsi kita masing-masing.
Ketika seseorang terus membandingkan dirinya dengan orang lain, hatinya akan semakin resah, gelisah, bahkan timbul rasa iri dan dengki.
