Oleh: H. Muhammad Gofi Kurniawan, Lc

Salah satu pelajaran penting yang harus dipelajari oleh umat Islam adalah sejarah diturunkannya Al-Qur’an. Karena dengan mempelajarinya, kita akan mengetahui kapan waktu diturunkannya Al-Qur’an dan bagaimana cara diturunkannya.

Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw untuk dijadikan petunjuk (jalan hidup) oleh seluruh manusia agar bisa membedakan antara kebenaran (Haq) dan kebatilan.

Selain itu, Al-Qur’an merupakan mukjizat paling agung yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw.

Umat Islam di Indonesia punya tradisi memperingati turunnya Al-Qur’an atau yang kerap disebut dengan peringatan Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadan.

Biasanya peringatan ini dikemas dengan pengajian umum, Dauroh Al qur’an, atau acara lainnya yang bertujuan untuk memantapkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an.

Baca Juga  Pesan-Pesan Rasulullah Saw untuk Hambanya di Bulan Ramadhan

Kemudian yang sering sekali menjadi pertanyaan di kalangan awam, apakah Nuzul Al-Qur’an yang diperingati pada 17 Ramadan berkaitan erat dengan Lailatul Qadr yang menjadi momentum turunnya Al-Qur’an?

Dan kalau benar Al-Qur’an itu diturunkan pada Lailatul Qadr bearti perisiwa tersebut bukan terjadi pada 17 Ramadan? karena Lailatul Qadr sendiri berada di 10 hari terakhir Ramadan.

Untuk bisa menjawab dengan tuntas semua pertanyaan di atas kita harus memahami makna Inzal, Tanzil dan Nuzul Al Aur’an, sebagai berikut:

1. Inzal Al-Quran
Inzal Alqur’an adalah turunnya Al-Qur’an dari lauhil mahfudz ke baitul izzah (langit dunia) 30 juz secara langsung pada satu malam yaitu Lailatul Qadar, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya

Baca Juga  Belajar dari Kisah Nabi Yusuf (Bagian 27): Ujian Kedua dalam Rumah yang Sama

انا انزلناه في ليلة القدر
Artinya, “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”  ( QS. Al-qadr ayat 1)

انا انزلناه في ليلة مباركة
Artinya , “sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi ” ( QS. Ad-dukhan ayat 3)