Oleh: Arista, S.Tr.ST

Ramadan adalah bulan yang spesial dan penuh berkah. Tanpa disadari banyak sekali orang yang melewatinya dengan sia-sia, karena lebih fokus pada kemeriahan idulfitri sehingga meninggalkan peluang amal-amal kebaikan.

Bahkan seringkali kita menyadari saat telah di penghujung Ramadan (ya Allah ternyata aku belum khatam meskipun sekali dalam membaca Al Qur’an di bulan mulia ini).

Di titik ini semestinya kita galau. Yukk galau, kita bangun kesadaran sebelum penyesalan datang menghampiri. Apalagi belum tentu kita menemui Ramadan tahun depan.

Bisa jadi malaikat maut lebih dulu menjemput. Iiihhhh ngeri dan bikin galau. Selama ini kita mengenal kata galau dengan konotasi negatif saja, ternyata ada looh kondisi galau untuk hal positif.

Baca Juga  Doa, Intinya Ibadah

Mau  Tahu? Simak sampai akhir yaa, jangan setengah-setengah nanti gagal paham.

Yuk galau..

Kita hitung masih berapa hari lagi Ramadhan berakhir, sehingga makin semangat meninggikan amalan.

Yuk galau karena kita tidak tahu amalan mana yang diterima oleh Allah SWT.

Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal. Tentang bulan Ramadan Rasullullah Saw bersabda: “Barang siapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim).
Berikut beberapa alasan kenapa kita mesti galau saat Ramadhan akan berlalu.

1. Malam-malam ibadah berlalu

Malam-malam untuk beribadah dan Tarawih juga berlalu. Perlu diketahui salat Tarawih disebut juga qiamulail Ramadan yaitu shalat yang dilakukan setiap malam pada bulan Ramadan, sedangkan di bulan-bulan lain tidak ada salat Tarawih. Salat Tarawih adalah sunah muakad, dan memiliki keutamaan atau fadhilah yang sangat besar.

Baca Juga  Ikhtiar Bangkit dari Kefuturan

2. Kumpul keluarga berbuka puasa berlalu

Acara kumpul keluarga untuk berbuka puasa dapat memupuk rasa Syukur dan menumbuhkan rasa kasih sayang antar anggota keluarga. Selain itu dapat menguatkan hubungan keluarga dan mempererat ikatan antara anggota keluarga.