Galau Jelang Akhir Ramadan
Kumpul keluarga di waktu menjelang berbuka juga membantu meningkatkan kesadaran dan kebersamaan di antara anggota keluarga, serta memperkuat ikatan emosional. Sesi kumpul-kumpuli ini juga akan membantu menghargai waktu bersama keluarga dan memanfaatkan waktu tersebut untuk memperkuat hubungan dan memperoleh kebahagiaan.
3. Kekhawatiran amal ibadah diterima
Perlu muncul rasa kekhawatiran apakah amal ibadah selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT sebagai sarana memperoleh pahala dan ampunan-NYA.
Alasan kekhawatiran tentang ditrimanya amal ibadah adalah Kurangnya kesadaran, Amal ibadah yang dilakukan tanpa kesadaran yang cukup, sehingga tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Allah SWT.
Kurangnya keikhlasan, amal ibadah yang dilakukan tidak dengan keikhlasan yang cukup, sehingga tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Allah SWT. Kurangnya kesabaran, Amal ibadah yang dilakukan tanpa kesabaran yang cukup, sehingga tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Allah SWT.
4. Kekhawatiran dipertemukan dengan Ramadan tahun berikutnya
Ada kekhawatiran apakah kita akan dipertemukan dengan Ramadhan tahun berikutnya karena kita tidak tahu kapan malaikat maut menjemput . Rasulullah Saw bersabda: “Malaikat Maut mendatangi setiap orang di antara kalian setiap hari 70 kali, dan ia tidak pernah meninggalkan tempatnya, sehingga ketika ajal seseorang tiba, ia akan mengambil nyawanya.” (HR. Abu Dawud)
Gimana pembaca semua, sudah mulai galau belum?
Mumpung Ramadan belum berakhir yukk kita isi dengan amal kebaikan. Amalan yang dapat dilakukan di akhir Ramadan di antaranya dengan melakukan I’tikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
I’tikaf dapat dilakukan di akhir Ramadan, terutama pada malam-malam terakhir. Selain itu tentunya kita juga harus terus menjaga Salat Tarawih kita, Tadarus Al-Qur’an kita dan berbagai amalan baik lainnya.
Di hari-hari akhir Ramadan ini mari memperbanyak berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT, menambah intenstitas sedekah dan berbagi untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, memperbanyak mengucapkan kalimat tauhid dan membaca doa akhir Ramadan, untuk memohon ampunan, dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.
Nanti, setelah Ramadan berlalu, kita harus tetap memperbaiki dan meningkatkan amal ibadah serta berdoa lebih sungguh-sungguh kepada Allah. Kita juga bisa menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan berlalu dan memperoleh ketenangan hati.
Melanjutkan kebiasaan baik seperti berpuasa, tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail, dan bersedekah. Berupaya mengubah perilaku menjadi lebih baik. selamat menjadi pribadi yang lebih baik.
Penulis merupakan tenaga kependidikan di SDIT Alam CAHAYA, Bangka Selatan.
