Sementara itu, lokasi lama yang menjadi tempat tinggal masyarakat relokasi akan dibongkar oleh pemerintah kabupaten, lalu direncanakan pembangunan dermaga kecil atau jeti.

Algafry Rahman sudah berkomunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait pembangunan talut, pengerukan sampai dengan cekdam sampai ke ujung Desa Penyak.

“Saya mimpinya itu, kalau beliau (nelayan) pergi ke laut, istrinya melepas kepergian itu di depan jeti sambil melambai-lambaikan tangannya, cita-citanya begitu, designnya,” ujarnya sambil bercanda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Dinperkimhub) Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengatakan untuk satu rumah yang dibangun dianggarkan Rp70 juta/rumah.

“Ada 119 unit rumah yang dibangun, dengan rincian 34 rumah di Desa Kurau dan sisanya di Desa Kurau Barat,” ujarnya.

Baca Juga  Resmi Dikukuhkan, Ini Tiga Pimpinan DPRD Bangka Tengah Definitif

Ia mengatakan, sumber dana anggaran merupakan kolaborasi dari Kementrian PUPR, APBD dan CSR.

“Rumah senilai Rp70 juta ini adalah permanen dengan 2 kamar, 1 kamar mandi dan kententuan lainnya sesuai standar rumah layak huni, semoga bermanfaat,” imbuhnya.