Irma tersenyum, ingat pada nenek. Di sudut ruang, Joe dan Zinedine sedang tertawa, merancang kampanye baru bersama tim produksi. Anyaman itu tak sempurna—masih ada gesekan—tapi kini mereka paham : keindahan ada dalam proses saling menopang, bukan dalam keseragaman.

Warisan yang Mengikat

Pulang ke desa, Irma menunjukkan foto-foto keberhasilan PT. Mahendra Putra pada neneknya. Masti menganggum pelan, “Kau tak hanya menganyam janur, tapi juga hati manusia.” Di langit senja, anyaman ketupat di beranda bergoyang lembut, menyimpan ribuan cerita tentang organisasi-organisasi yang perlu diingatkan pada kearifan sederhana : kita kuat bukan karena sempurna, tapi karena mau menjalin diri dalam pola yang lebih besar.

Catatan Filosofis :

Baca Juga  "Menang Segek, Kalah Pancak"

1. Keseimbangan dan Fleksibilitas: Seperti ketupat yang memerlukan tarikan janur yang pas, organisasi perlu kolaborasi dinamis antara inovasi dan stabilitas.

2. Interkoneksi : Setiap divisi adalah “helai” yang harus sadar perannya dalam membentuk struktur utuh.

3. Ketahanan melalui Kerapuhan : Ketupat terlihat rapuh, tapi mampu menahan berat beras. Organisasi yang lentur seringkali lebih adaptif.

4. Proses > Hasil : Anyaman salah harus dibongkar ulang—seperti kesalahan tim yang perlu dievaluasi tanpa menyalahkan.

Piawai tangan menjalin ketupat

Ketupat terangkai janur pilihan

Mohon maaf atas khilaf terbuat

Semoga terhapus segala kesalahan

Anyam rapi daun kelapa

Tiap helai punya peran

Melalui tulisan kami menyapa

”Selamat merayakan kemenangan di hari lebaran”

Baca Juga  Masjid Al Badar Pangkalpinang, Dibangun Sebelum Tahun 1928

Hendrawan dan keluarga mengucapkan, Taqabbalallahu minna wa minkum, Selamat merayakan Idulfitri 1446 H.