Oleh: Lebry Sasti, S.Psi

Setiap orang tua yang telah dianugerahi anak oleh Allah SWT, haruslah dibarengi dengan rasa syukur dan tanggung jawab mendidik serta memelihara anak dalam bentuk ketulusan mendidik dan membimbingnya.

Disertai pula dengan usaha membentuk pribadi yang tangguh serta memiliki kepekaan terhadap sosial. Peran keluarga terutama orang tua dalam proses pembentukan kepribadian atau psikologis anak memliki makna yang sangat penting karena memiliki dampak jangka panjang salah satunya adalah pada karakter anak setelah dewasa nanti.

Pengaruh keluarga terhadap perkembangan pembentukan perilaku anak yang sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku. Dalam ajaran Islam tanggung jawab orang tua dalam hal pengasuhan, pemeliharaan dan pendidikan anak, terkhususnya seorang ayah adalah tanggung jawab pendidikan iman, pendidikan fisik, pendidikan akal serta pendidikan kejiwaan, pendidikan sosial dan pendidikan seksual.

Baca Juga  Bagi THR dengan QRIS, Solusi Lebih Mudah dan Cepat!

Ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak secara langsung dapat memberikan dampak positive pada anak, anak menjadi lebih mudah membangun relasi, lebih mudah fokus, cerdas, memiliki tingkat waspada yang baik, sabar, penuh perhatian, serta mudah menolong.

Hasil penelitian menunjukkan jika anak laki-laki yang kurang mendapatkan peran seorang ayah dalam hidupnya cenderung menunjukkan perilaku nakal, agresif, serta beberapa perilaku negative lainnya.

Sementara, jika anak perempuan yang kurang mendapat sosok ayah dalam hidupnya dapat menyebabkan anak tersebut depresi dan cenderung tertarik melakukan seks bebas.

Kemudian terkait pentingnya peran ibu dalam masa perkembangan anak juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Ibu dan anak biasanya cenderung memiliki waktu bersama lebih banyak. Ibu menjadi figur yang melekat pada pengasuhan terkhususnya dalam stimulasi dan pengaruh perkembangan anak baik secara psikis maupun fisiknya.

Baca Juga  Keteladanan Membaca dan Menulis