Sebelumnya, aksi yang dilakukan puluhan nelayan pesisir pada Jumat (18/4/2024) itu sempat berlangsung alot.

Ada Dugaan Pemalsuan Tandatangan

Diduga ada pemalsuan tanda tangan dalam surat pernyataan dukungan terhadap aktivitas tambang laut yang tercantum atas nama sejumlah nelayan. Sejumlah nama yang tercatat dalam dokumen tersebut membantah pernah menandatangani surat dukungan tersebut.

“Kami tidak pernah merasa menandatangani surat itu. Kami jelas-jelas tidak setuju dengan tambang laut,” ungkap salah satu nelayan yang turut menolak aktivitas tambang, Jumat (18/4/2024).

Abdullah, perwakilan nelayan, juga menyoroti dugaan manipulasi data dalam surat tersebut. Ia menyebutkan adanya kejanggalan pada kop surat yang mencantumkan Dusun Air Bolang dan Dusun Pijal Melayu.

“Setelah kami telusuri, ternyata yang tercantum itu ada yang bukan dari Dusun Air Bolang maupun Pijal Melayu. Ini bukan lagi pemalsuan perorangan, tapi sudah membawa nama dusun. Maka dari itu, kami akan laporkan kasus ini ke Polres Bangka Selatan,” tegas Abdullah.

Baca Juga  Kwarda Bangka Selatan Kembali Pertahankan Gelar Juara Umum di Kemah Besar HW Babel 2025

Meskipun belum diketahui pasti siapa pelaku pemalsuan tersebut, Abdullah menyebut nama seseorang yang sebelumnya aktif meminta tanda tangan dari para nelayan. “Yang datang dan meminta tanda tangan itu Bang Din,” katanya.

Sementara itu, Man, salah satu nelayan pesisir yang namanya tercantum dalam data milik CV Jaya Mandiri, menyatakan bahwa dirinya pernah diminta Din untuk menjadi panitia pengurusan tambang laut di Tanjung Kubu.

“Karena saya tidak punya pekerjaan tetap, saya bersedia dan menandatangani persetujuan tanpa tahu fakta sebenarnya,” ujarnya.

Namun berbeda dengan Man, nelayan lain seperti Nawi dan Hasan mengaku tidak pernah menandatangani surat dukungan tersebut dan menolak keras keterlibatan nama mereka.

Baca Juga  SMKN 1 Pulau Besar Gelar Mabit Sekolah: Langkah Awal Membentuk Karakter Pelajar Religius

“Saya tidak terima hal ini. Saya berencana melaporkan pemalsuan tanda tangan ini ke Polres Bangka Selatan,” tegas Nawi.

Hasan pun menyampaikan penolakan yang sama. Ia menyebut tanda tangan dalam dokumen dukungan itu berbeda dari miliknya.

“Saya tidak pernah menandatangani dukungan itu, bahkan tanda tangan itu berbeda. Jelas ini pemalsuan dan kami akan laporkan ke Polres Basel,” ungkap Hasan.

Nelayan Kubu akan Lapor Polisi Pemalsuan Tanda Tangan

Sejumlah nelayan pesisir menyatakan keberatan setelah nama dan tanda tangan mereka diduga dipalsukan dalam surat pernyataan dukungan terhadap aktivitas tambang laut yang dijalankan CV Jaya Mandiri, mitra PT Timah.

Merasa dirugikan, para nelayan berencana melaporkan kasus dugaan pemalsuan tersebut ke Polres Bangka Selatan.

Baca Juga  Berhenti Sekolah dan Pilih Jadi Nelayan, Remaja Pesisir di Pongok Jadi Topik Riset Tim KLK UBB

Perwakilan nelayan, Abdullah, mengungkapkan bahwa dalam surat yang mencatut nama-nama warga Dusun Air Bulang dan Pijal Melayu, sebagian besar nelayan justru membantah pernah menandatangani dokumen tersebut.

“Setelah kami telusuri, beberapa nama yang tercantum tidak pernah merasa menandatangani. Bahkan ada yang bukan berasal dari dusun yang disebutkan. Ini mengarah pada dugaan pemalsuan tanda tangan,” kata Abdullah, Jumat (18/4/2024).

Ia menilai, dugaan ini bukan hanya menyangkut individu, tapi sudah membawa nama dusun dan masyarakat secara luas. Untuk itu, pihaknya akan mengambil langkah hukum.

“Insyaallah, hari Senin nanti akan kita buat Laporan Polisi (LP) ke Polres Basel atas dugaan pemalsuan tanda tangan,” tegasnya. (Riki)