Setidaknya apa yang diwariskan penulis Toboali Bakri Djais ( alm) untuk dunia literasi negeri ini tidak akan pernah padam.

Berbincang dengan tiga pendekar muda literasi ini, penulis menemukan api harapan yang akan terus menerus membara. Makin ” kare” mengutip diksi penulis cerita rakyat Toboali, Yul Haidir. Insyaallah tidak akan pernah padam.

Apalagi penulis-penulis muda dari Rumah Pengetahuan Sekolah terus beranak pinak. Dari Sebagin hingga Pulau Pongok.

Terima kasih para pendekar muda literasi Bangka Selatan untuk obrolan istimewanya.

Waktu yang mengharuskan kami berpisah untuk kembali bertemu dalam ruang pembicaraan yang lain dengan menu utama dunia literasi.

“Sudah setengah dua belas, nih. Jumatan dulu kita,” ingat Faturachman.

Baca Juga  Agung dan Yuri Jabat Kadis LH dan Kadiskominfo, Mulyono Pimpin Dinas Perpustakaan Basel

Kami pun bersegera meninggalkan warung kopi dan gelas -gelas kopi yang telah kosong.

Penulis bahagia. Tersenyum menatap ketiganya. Dunia literasi Bangka Selatan tidak akan pernah padam. Terus menyala. Kare.

Pewaris dunia literasi Bangka Selatan terus lahir dan beranak pinak. Membanggakan dan an teruslah Mencintai Bangka Selatan.