Pelajar Perempuan Menulis dari Rumah Pengetahuan di Tanah Junjung Behaoh
Oleh: Iyek Aghnia — Penulis yang tinggal di Toboali
Tanah negeri Junjung Behaoh sungguh luar biasa. Hamparan luasnya dari Pulau Pongok hingga Sebagin dikenal sebagai tanah yang subur.
Di tanah literasi Bangka Selatan, puluhan penulis-penulis pelajar perempuan bermunculan, menggeliat. Karya mereka mengornamen media massa dan rak-rak buku lewat buku karya mereka.
Perempuan pelajar menulis di Bangka Selatan bukanlah sesuatu yang baru. Setidaknya dalam catatan penulis, tahun 2016 menjadi titik terang cahaya menulis di kalangan penulis perempuan pelajar.
Musda Quratul Aini menjadi pionir. Saat itu Musda yang masih berstatus sebagai pelajar SMPN 2 Tukak Sadai meluncurkan buku kumpulan cerpen yang berjudul Disleksia.
Dengan didukung oleh pemerintah daerah, didatangkan Gol A Gong, pendiri Komunitas Rumah Dunia (sekarang Duta Baca Indonesia) untuk membedah buku karya Musda.
Pergerakan penulis pelajar perempuan menulis dari Tanah Junjung Behaoh kembali menggeliat, tak kalah mutiara sastra Bangka Selatan Khoiriah Apriza meluncurkan buku kumpulan cerpen yang berjudul Ayah, Aku Rindu.
Peluncuran buku karya Khoiriah Apriza yang saat itu masih berstatus sebagai pelajar SMAN 1 Airgegas bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan yang ke-20.
Dunia kepenulisan Bangka Selatan memang tidak pernah sepi dari buah karya para penulis pelajar wanita.
Siswi dari SMAN 1 Simpang Rimba, Putri Rahmawati menoreh sejarah dengan melahirkan dua buku,. Salah satunya berjudul ” Hayalan Dalam Untaian Kata” yang merupakan kado dari Putri untuk Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan ke-22 tahun 2025.
Selain Putri Rahmawati, dari SMAN 1 Simpang Rimba lahir pula penulis perempuan yakni Fitri, Rara Octavia, dan Riskia.
Selain nama-nama di atas, penulis pelajar perempuan dari Bangka Selatan adalah cerpenis Hikmah Tul Aulia dan Arsi, penulis puisi yang buah penanya sering termuat di media massa.
Sementara dari Tanah Pering, ada penulis perempuan Maria Sareng Putri yang merupakan bagian dari tim jurnalistik SMAN 1 Payung bersama Saskia Puspita Sari. Keduanya bisa menulis sastra dan berita. Karya mereka telah dibuku dalam literasi dari Tanah Pering yang merupakan buku dari pelajar SMAN 1 Payung dan warga sekolah.
Dari SMAN 3 Toboali ada nama Navishabilllah, sedangkan dari SMAN 2 Toboali ada nama Sari Andini, juara menulis cerpen FLS2N tingkat Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024.
