Para calon pemimpin sibuk berjanji
tapi lupa membawa peta.
Mereka bilang: “Kita akan hijaukan kota!”
sementara trotoar semakin kurus
dimakan baliho.

Kotaku Sungailiat, maafkan kami
yang merayakanmu dengan parade masalah
dan mengirim kembang api doa
yang jatuh sebagai abu di atap rumah.

Kota ini butuh lebih dari sekadar pesta
ia butuh kenangan yang tak hanya
tersimpan di arsip kecamatan
atau jadi teka-teki di ujian sekolah.

Salam rindu dari kami
yang masih belajar membaca
arah angin dan arah hati.

Baca Juga  Proposal untuk Lepar