Selain itu jembatan tersebut menjadi salah satu jembatan iconik di dunia, di Indonesia hanya Provinsi Kepulauan Babel yang memiliki jembatan buka tutup ayau bascule ini setelah negara Inggris.

Alasan lainnya yakni ada nilai ekonomis di perjalanan dari kabupaten Bangka menuju Pangkalpinang kurang lebih 20 km lebih cepat dan dapat mengurangi kemacetan dari perjalanan poros semabung menuju perkantoran Gubernur Babel, Bandara Depati Amir dan kawasan pemukiman Air Itam.

“Jika memang Pemprov tidak mampu membiayai operasional jembatan tersebut yang hanya Rp1,8 milyar pertahun, kita dapat mencoba untuk menyerahkan pengelolaannya atau kepemilikannya kepada pemerintah pusat karena jalan lintas timur itu masuk jalan nasional,” terang Muhtar.

Baca Juga  Heboh! Bantalan Pengaman Jembatan Emas Ambruk Dihantam Kapal Tongkang

Muchtar berharap Gubernur Babel Hidayat Arsani dapat melakukan pengkajian mendalam sebelum mengambil keputusan terkait operasional dan perawatan jembatan bascule ini.

“Hingga saat ini beliau gubernur belum ada meminta pendapat kita, namun saya harap mereka dapat mengkaji dulu sebelum mengambil keputusan, apa dampak dan akibatnya untuk masyarakat Babel,” tutup Muhtar.*