Oleh: Yan Megawandi — Dosen Institut Pahlawan 12/Ketua Asosiasi Tradisi Lisan dan Pemerhati Budaya Bangka Belitung

Kantor Gubernur Bangka Belitung pekan lalu seakan kembali menjadi saksi sejarah. Bukan hanya deretan wajah-wajah muda yang tampak tegang dan semringgah dalam waktu bersamaan, tetapi juga harapan besar yang diam-diam disematkan di pundak mereka.

Beberapa nampak berbinar sorot matanya. Ada pula yang berkaca-kaca. Seakan masih tak percaya bahwa mereka akhirnya benar-benar akan menjadi bagian dari pemerintahan.

Didampingi keluarga terdekat yang hadir di samping masing-masing Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menyerahkan surat keputusan penugasan.

Resmilah mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN), penjaga harapan, penggerak perubahan, pelayan bagi cita-cita republik.

Pembagian SK ini dilakukan di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel oleh Gubernur pada Rabu (30/4/2025). Jumlahnya hanya 38 orang yang akan ditempatkan ke berbagai posisi nantinya.

Baca Juga  Teman Sejati

Mereka ini benar-benar sosok pilihan karena menjadi pemenang persaingan dari 1682 orang pelamar. Itu artinya mereka rata-rata harus menyingkirkan sekitar 45 orang sebelum diumumkan menjadi CPNS.

Hidayat Arsani yang di kesempatan tersebut mengenakan pakaian jas lengkap, berpeci hitam, menyampaikan selamat kepada CPNS. “Alhamdulillah, selamat kepada anak-anak saya. Tes ini telah berjalan dengan baik dan jujur tanpa ada kecurangan. Ini membuktikan semua punya kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari ASN Provinsi Babel. Semoga anak-anak ku semua bisa membangun Bangka Belitung menjadi lebih baik,” ujarnya.

Hidayat juga meminta agar para CPNS segera dapat berbaur dengan pegawai lainnya di tempat kerja masing-masing. “Silakan anak-anak semua belajar dengan pimpinan, senior, dan lingkungan kerja baru, segera beradaptasi.

Baca Juga  Antara Syar’i dan Tradisi

Berkarir dengan baik, bekerja dengan professional dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Peristiwa penyerahan SK CPNS yang sama juga berlangsung di kabupaten Kota di Bangka Belitung yang dilakukan oleh masing-masing kepala daerah.

Namun mari kita katakan dengan sebenarnya bahwa zaman sudah tidak sama. Dunia tak menunggu siap atau tidaknya seseorang untuk berubah. Teknologi terus melesat.

Informasi mengalir deras, membanjiri ruang-ruang publik dengan harapan-harapan baru dari masyarakat yang semakin cerdas, kritis, dan tak bisa lagi dipuaskan dengan basa-basi birokrasi yang kosong makna.

Lalu, apa saja yang mesti diisiapkan oleh para CPNS generasi baru ini?

Bukan hanya seragam, bukan sekadar stempel “pegawai negeri” barisan “Umar Bakri” atau keterangan di selembar kartu identitas. Tapi yang dibutuhkan adalah jiwa baru dalam tubuh lama, pikiran merdeka dalam sistem yang sering kaku, dan yang paling penting ialah kemauan untuk belajar tanpa henti.

Baca Juga  Sekda Bangka Sidak OPD, Andi Hudirman: Tidak Ada Pegawai Bolos

Menjadi ASN hari-hari ini adalah belajar mengelola harapan masyarakat. Harapan yang sering kali tinggi, terburu-buru, dan penuh tuntutan, tanpa kehilangan empati dan arah kerja.

Di sinilah kemudian muncul satu kata kunci yang akan menjadi sahabat dalam perjalanan yaitu kinerja. Target bukan sekadar angka, tapi juga berupa refleksi nyata dari tanggung jawab. Mencapai target bukan hanya soal memenuhi kewajiban, tapi menjaga kepercayaan.

Untuk itu, satu hal yang harus tertanam dalam sebuah nilai dasar ASN yaitu: BerAKHLAK. Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Mudah-mudahan ini bukan sekadar slogan. Tetapi pondasi nilai, prinsip hidup, dan cara kita berjalan, selaku ASN.

Berorientasi Pelayanan: karena kita tak sedang bekerja untuk atasan, tapi untuk mereka yang datang dengan harapan: rakyat. Pelayanan adalah wajah negara, dan kita adalah cerminnya.