Karya: Filly Maybelle – Siswa SMAN 1 Toboali

Belle menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Udara sore terasa lebih dingin dari biasanya, tapi ia tetap duduk di atas atap rumahnya, menikmati langit yang mulai berubah jingga.

Sejak kecil, senja adalah hal favoritnya. Warna-warninya yang hangat selalu memberinya ketenangan, seolah dunia ini masih baik-baik saja meskipun hidupnya tidak.

“Belle! Turun! Kamu nanti masuk angin,” suara ibunya terdengar dari bawah.

Belle tersenyum kecil. “ya, sebentar lagi!” jawabnya.

Padahal, ia ingin duduk lebih lama di sana. Tapi tubuhnya mulai terasa lelah, dadanya sesak. la tahu kalau terlalu lama di sini, ibunya pasti bakal khawatir. Belle turun dari atap dengan terburu buru dan masuk ke dalam rumah. lbunya sudah menunggunya di ruang tamu, menatapnya dengan cemas.

Baca Juga  Senjaku Sendiri

“Kamu nggak boleh sering-sering begini, Nak … Sudah tahu kondisi kamu seperti apa,” kata ibunya, sambil menyentuh pipinya yang mulai pucat.

Dengan menghela napas pelan, ia tahu tubuhnya semakin lemah. Penyakit paru-paru yang sudah dideritanya sejak kecil semakin parah. Sekolah pun sudah lama ia tinggalkan karena sering sakit-sakitan.

“lbu …” Belle ragu-ragu sebelum bertanya, “kalau aku sehat, aku bisa sekolah lagi, kan?”

lbunya tersenyum, tapi Belle bisa melihat matanya berkaca-kaca. “lya, pasti bisa …”

Namun, Belle tahu jika ibunya berkata seperti itu hanya agar membuat dirinya tenang dan senang. Sejak kecil, Belle sering sakit-sakitan. lbunya bilang waktu bayi, ia sering masuk rumah sakit karena paru-parunya lemah.

Baca Juga  7 Cara Membuat Puisi Cinta untuk Orang Tersayang

Dokter sudah berkali-kali memperingatkan bahwa Belle harus hidup dengan banyak batasan. Tidak boleh terlalu capek, tidak boleh kena polusi berlebihan, tidak boleh terlalu banyak aktivitas fisik. Tapi Belle tidak pernah suka kata ‘tidak boleh.’

la ingin berlari, ingin bermain di lapangan sekolah, ingin naik gunung seperti teman-temannya saat ada study tour. Tapi yang ia dapat hanya duduk di pinggir, menonton dari jauh. Saat SD, Belle pernah kabur dari rumah hanya karena ingin bermain hujan-hujanan dengan teman-temannya.

la tertawa, berlarian di gang kecil dekat rumahnya, merasakan dinginnya air hujan menyentuh kulitnya. Tapi malamnya, ia demam tinggi dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga  Kumpulan Pantun Lucu Ngakak Hingga Terbahak-bahak

Sejak saat itu, ibunya semakin ketat mengawasinya. Sekarang, Belle tahu, ia tidak bisa kabur lagi.

Hari-hari berlalu, dan kondisinya semakin buruk. Batuknya semakin sering, napasnya berat, dan ia bahkan tidak bisa lagi berjalan tanpa merasa kelelahan.