Dia tidak tahu di mana mesin ini berada. Hanya menggunakan rekayasa.  Selain itu, Hidayat menyampaikan permohonan maaf atas keputusan untuk membuka jembatan ini, mengingat keamanan transportasi laut di Pelabuhan Pangkalbalam.

Sebagai gubernur, dia menyatakan, “Saya mohon maaf kepada rakyat Babel karena jembatan ini terpaksa saya buka demi keselamatan transportasi pelabuhan ini, karena jika hanya yang masuk yang bisa ditutup dan yang keluar tidak bisa, ekonomi akan hancur.”(beritasatu, 2025)

Keputusan ini merupakan hasil pertimbangan teknis dan finansial, dengan alasan biaya operasional tahunan yang mencapai Rp1,6 miliar yang  dianggap terlalu membebani anggaran daerah.

Selain itu kerusakan pada sistem hidrolik serta kesulitan dalam memompa air telah menjadi masalah teknis yang paling penting. Akibatnya, fungsi jembatan buka – tutup untuk lalu lintas kapal telah dihilangkan, dan penggunaannya kini terbatas pada jenis kendaraan tertentu.

Baca Juga  Kenaikan Harga Ayam dan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Pulau Bangka

“Apakah efisiensi anggaran dari penonaktifan Jembatan Emas sebanding dengan potensi kerugian ekonomi dan sosial yang ditimbulkan bagi masyarakat Bangka Belitung?”

Alasan penonaktifan memang terdengar masuk akal secara administratif. Namun, kebijakan publik seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi beban anggaran.

Dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat jauh lebih luas daripada sekadar biaya perawatan. Ketika akses dibatasi, jalur distribusi barang menjadi lebih jauh dan mahal.

UMKM terganggu, petani dan nelayan sulit menjangkau pasar. Bahkan wisatawan mulai berkurang karena akses ke kawasan timur menjadi tidak seefisien dulu.

Yang lebih mengkhawatirkan, tidak ada solusi konkret yang ditawarkan. Tidak ada jalur pengganti yang memadai, tidak ada perencanaan jangka panjang. Padahal, infrastruktur seperti jembatan ini dibangun dengan harapan jangka panjang, bukan hanya untuk dinilai dari pos belanja tahunan.

Baca Juga  Melepas Ketergantungan Timah: Mendongkrak Sektor Pariwisata dan Perikanan sebagai Penopang PAD

Penonaktifan ini seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan akhir dari fungsinya. Kita perlu kebijakan yang tidak hanya hemat anggaran, tetapi juga berpihak pada masyarakat dan perekonomian daerah.

Karena pada akhirnya, infrastruktur tidak dibangun untuk dihitung biayanya saja, melainkan untuk dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Penonaktifan Jembatan Emas bukan hanya soal efisiensi anggaran, tapi tentang keberpihakan pada kepentingan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.