Timah dan Dampak Ekonomi di Bangka Belitung
Oleh: Naurah Rifdah — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung
Indonesia merupakan salah satu negara yang menempati urutan terbesar kedua dalam menghasilkan timah dan mengeskpor timah di dunia, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan penghasil timah terbesar di Indonesia.
Penambangan timah yang ada di Indonesia ini sudah berlangsung sejak abad 17. Di Pulau Bangka itu sendiri penambangan timah sudah dilakukan sejak tahun 1711. Penambangan timah di Provinsi Bangka Belitung sudah dilakukan secara turun temurun dan masih berlangsung hingga sekarang dikarenakan Provinsi Bangka Belitung terkenal memiliki Sumber daya alam timah yang melimpah.
Karena memiliki Sumber daya timah yang melimpah masyarakat Provinsi Bangka Belitung sebagian besar bermata pencarian sebagai penambang timah, karena penambangan timah hingga saat ini menjadi sumber perekonomian bagi masyarakat Provinsi Bangka Belitung.
Selain itu penambangan timah juga merupakan salah satu sektor penyumbang devisa negara yang paling besar, sehingga dapat diketahui bahwa penambangan timah tersebut memang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Aktivitas penambangan timah di Provinsi Bangka Belitung memberikan dampak yang kompleks terhadap kondisi ekonomi masyarakat, memberikan lapangan kerja dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah terutama di wilayah pertambangan.
Kemudian industri timah dapat mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah di daerah Bangka Belitung. Penambangan timah di Provinsi Bangka Belitung memberikan kontribusi terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) daerah untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Akan tetapi meskipun aktivitas penambangan timah memiliki dampak positif terhadap perekonomian daerah, aktivitas penambangan timah juga memiliki dampak negatif baik di darat maupun laut yaitu dapat menyebabkan kerusakan ekosistem seperti kerusakan hutan, terjadinya pencemaran air sungai dan laut, serta dapat mengakibatkan adanya gangguan pada kehidupan laut.
