Oleh: Ummi Sulis

“Mi, kalau paketku datang, bayarin dulu, ya?” Suara Ammar di telepon yang Ummi angkat.

“Hih, dak sopan, ucap salamnya enggak, langsung ngomong aja. Dak mau Ummi bayar paketmu!” Ummi memarahi anaknya yang minta dibayarin paketannya.

“Yah, Mi, COD-nya hari ini datang, aku masih di tempat kerja. Ya, Mi? Bayarin, ya?”

Tiba-tiba dari samping rumah ada suara, “Paket, Bu, atas nama Ammar.”

“Weh, sudah datang aja paketnya,” komen Ummi.

“Iya, Bu, COD-nya Ammar.” Tukang paket menyerahkan barang ke Ummi sambil memotret paketannya.

“Sepertinya tenda, ya?” tanya Ummi.

“Bukan, Bu, ini ….”

“Eh, ringan, bukan tenda, kayak ulet pisang,.” tukas Ummi setelah merobek bungkus hitam paketan di depan tukang paketnya.

Baca Juga  Kiasan Layang-Layang

Tukang paket tersenyum mendengar kata ulat pisang, mirip soalnya. Ummi pun membayar harga sesuai yang disebutkan Abang Paket. Lantas langsung menghubungi Ammar.

“Sarang ulat ketikung ‘lah datang. Ternyata, setelah Ummi buka, bukan tenda. Rumah ulat dibeli.”