Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan moral dan momentum kesadaran kolektif akan krisis sampah plastik.

Hanif menyerukan kepada seluruh kepala daerah untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait pelarangan penggunaan plastik sekali pakai, membangun bank sampah, serta fasilitas daur ulang di tingkat lokal.

Sebagai langkah nyata, kami di Bangka Selatan telah memulai aksi bersih-bersih pesisir, melibatkan masyarakat, pelajar, dan berbagai komunitas. Ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap tindakan kecil kita berkontribusi pada perubahan besar.

Sebagai bentuk cinta kami pada bumi — dan pada pesisir Tanjung Ketapang — aksi kecil dimulai: pungut satu sampah, beri napas untuk laut. Kami sadar, cerita ini sudah terlalu panjang. Plastik yang tak bisa move on ratusan tahun harus diputus hubungannya.
Bukan salah siapa-siapa, tapi tanggung jawab semua.

Baca Juga  Merawat Ekosistem Pesisir, PT Timah Tbk Konsisten Laksanakan Reklamasi Laut

Kami bukan Pandawara. Juga Bukan Kang Dedi Mulyadi
Tapi kami percaya, cinta pada lingkungan bukan tren, tapi kewarasan.

Mari kita jadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai momentum untuk berkomitmen mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah dan mendaur ulang sampah, serta menghijaukan lingkungan tempat tinggal kita.  Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Mari sudahi cerita ini.

Aku, Pesisir, dan Sampah Plastik: Saatnya Cerita Ini Diakhiri.