Polisi Masih Bisa Makan Lauk Garam daripada Menjual Kejujuran
Kisah Hoegeng seolah tak ada habisnya. Jika menengok kondisi kepolisian saat ini, transformasi Polri pun terus digaung-gaungkan.
Mengembalikan muruah (marwah) Polri seperti yang pernah Hoegeng tunjukkan ketika itu.
Seorang polisi yang jujur, sederhana dan berintegritas. Hoegeng selalu berpesan kepada jajarannya agar jadi polisi jangan mau “dibeli” alias disuap.
“Selesaikan tugas dengan kejujuran, karena kita masih bisa makan nasi dengan garam,” tegas Hoegeng.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meyakini masih banyak polisi yang memiliki keteladanan seperti Hoegeng.
Transformasi Polri yang Presisi menuju Indonesia Emas 2045 terus ia gemakan.
Salah satunya adalah dengan cara menciptakan SDM Polri lebih profesional, proporsional serta adaptif terhadap tuntutan perkembangan zaman.
Tak hanya Hoegeng, sosok bersahaja dan berjiwa sosial tinggi juga selalu ditunjukkan Kapolda Babel Irjen Pol Hendro Pandowo.
Hendro bukan saja akrab dengan personelnya, ia juga dekat dengan seluruh kalangan dan sangat merakyat. Ia menjadi teladan bagi ribuan personelnya.
Upaya transformasi Polri bukan hanya sebatas slogan, masih banyak sosok Polri lainnya yang jujur seperti Hoegeng.
Seperti yang selalu digaungkan Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, “Tetap lah berbuat baik.” Selamat Hari Bhayangkara, Polri untuk Masyarakat, salam Presisi!
