Warga Tanjung Labu Tolak Pembukaan Lahan Baru PT SNS: Minta 4 Alat Berat Ditarik
Warga Tanjung Labu Tolak Pembukaan Lahan Baru PT SNS: Minta 4 Alat Berat Ditarik
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Konflik agraria antara warga Desa Tanjung Labu, Bangka Selatan dengan perusahaan sawit PT SNS kembali bergejolak, Kamis (3/7/2025) lalu.
Sekitar 100 massa Desa Tanjung Labu mendatangi Kawasan pembukaan lahan baru PT SNS.
Mereka menolak perluasan lahan dan meminta alat berat PC untuk ditarik dari lokasi.
Camat Lepong, Ferry Edwar dikonfirmasi via pesan WA membenarkan warga Tanjung Labu meminta agar PT SNS menghentikan perluasan lahan.
Hal senada dikatakan Kades Tanjung Labu, Pindo bahwa, warga desanya meminta agar perusahaan menghentikan perluasan lahan dan menarik alat berat PC.
Aksi unjuk rasa warga tersebut berlangsung kondusif. Dikawal 45 personel gabungan Polres Basel dan Polsek Lepong, akhirnya perwakilan warga melakukan audensi dengan manajemen PT SNS.
Kapolres Basel AKBP Agus Arif Wijayanto melalui Kasi Humas, Iptu GJ Budi mengungkapkan pada audensi itu warga meminta agar PT SNS:
- Menarik 4 unit alat berat/PC dari lokasi pembukaan lahan.
- Mengukur ulang luas lahan HGU PT dengan menghadirkan Kanwil BPN
- Masyarakat minta plasma kebun untuk masyarakat 20% dari luas kebun
- Meminta perusahaan transparansi terkait CSR
- Penjadwalan ulang pertemuan masyarakat dengan pihak PT SNS yang punya kewenangan mengambil keputusan.
- Pembukaan lahan baru dihentikan sebelum ada pertemuan kembali.
Hadir dalam audensi tersebut di antaranya Kabag Ops Polres Bangka Selatan, Camat Lepong, Kades Tanjung Labu, Manager PT SNS, Kasat Intelkam Polres Bangka Selatan, Kapolsek Lepong, Danramil Lepong, BEM Mahasiswa UBB serta 10 Perwakilan masyarakat Tanjung labu.
“Audensi warga Tanjung Labu berlangsung kondusif, Polres Basel dan Polsek Lapong menurunkan 45 personel pengamanan,” tutup Budi.
