Merindukanmu
Malam harinya, pesan-pesan mulai berdatangan ke WhatsApp Dinda. Satu per satu peserta mengirimkan tugas mereka. Namun, ada satu pesan yang membuat Dinda terdiam sejenak, pesan dari Ayu.
Setelah membaca, Dinda membalas dengan tulus:
“Dek, kamu punya bakat luar biasa. Ayo, kembangkan terus. Kakak akan selalu bimbing kamu, pelan-pelan.”
Tak lama, balasan dari Ayu masuk, “Baik, Kak. Saya memang ingin terus belajar.”
Beberapa hari kemudian, Dinda kembali datang ke SMP-nya sendiri untuk menghadiri acara pelepasan siswa kelas 9. Tanpa disangka, ia kembali dipertemukan dengan Ayu. Saat mata mereka bertemu, senyum mengembang dari keduanya.
“Kak Dinda! Aku senang sekali bisa ketemu lagi!” sapa Ayu hangat dengan mata berbinar.
“Iya dek, Kakak gak tahu kalau kamu anak Budeh, Dek,” ujar Dinda.
“Iya Kak,” jawab Ayu senyum
Mereka pun mengobrol lama. Saat itu juga, Dinda mengajak Ayu ikut turun langsung meliput kegiatan pelepasan.
“Yuk, ikut Kakak liputan hari ini. Biar kamu belajar langsung turun ke lapangan untuk liputan membuat berita tentang kegiatan tersebut,” ajaknya.
Sejak saat itu, kedekatan mereka semakin erat. Ke mana pun pergi, selalu bersama. Mereka menulis berita bareng, bercerita, tertawa, dan saling menyemangati. Layaknya kakak dan adik kandung, hubungan mereka dipenuhi kehangatan dan rasa saling memiliki.
Hingga berapa bulan kemudian, siapa sangka hari perpisahan tiba. Dinda harus pindah ke Belitang untuk bekerja. Hari itu, suasana terasa hening dan berat.
“Adikku, Kakak pamit pergi ke Belitang dulu, ya,” kata Dinda pelan.
Ayu hanya menunduk. Air mata jatuh tanpa bisa ditahan.
“Aku sedih, Kak … aku kehilangan Kakak tersayangku.”
Dinda memeluk Ayu erat. “Kakak juga sedih, Dek … Tapi ingat, meski jarak memisahkan, Kakak akan selalu jadi Kakakmu. Tetap menulis, tetap semangat, ya. Love you adikku, Kakak sayang kamu.”
Air mata di antara kedua adik dan kakak itu mengalir seakan tanpa henti, kesedihan benar-benar terasa meski tidak sedarah. Dua hati terpisah oleh jarak, tapi tak pernah oleh rasa. Dari pelatihan jurnalistik yang sederhana, tumbuhlah ikatan yang tak akan pernah luntur: ikatan adik dan kakak yang saling mendukung, saling menguatkan, dan saling merindukan.
