Peta elektoral masing-masing calon jika berdasarakan suara dukungan partai pengusung tentu menguntungkan bagi pasangan yang didukung oleh partai politik. Tetapi jangan salah, Pilkada dan Pileg memiliki perbedaan yang sangat dinamis dalam hal elektoral. Dalam Pilkada, faktor ketokohan dan kedekatan psikologis dengan pemilih menjadi salah satu instrumen yang sangat penting dalam elektoral.

Dalam Pileg, masyarakat tidak begitu tinggi tingkat harapannya ke calon, karena sebaran pemilih terbatas pada wilayah dapil calon (2 sampai 3 kecamatan). Tetapi untuk Pilkada, sebaran keterpilihan Paslon menyebar di seluruh Kabupaten.

Variable lain yang menjadi daya dukung utama elektoral atau keterpilihan calon, sangat ditentukan oleh strategi dan manajemen tim pemenangan setiap calon. Kekalahan pasangan Calon Mulkan-Ramadian dari kotak kosong 2024 lalu adalah bukti nyata bahwa pemilih di Kabupaten Bangka adalah pemilih kritis dan rasional.

Baca Juga  Jalan Hidupmu Unik: Hargai Proses, Berhenti Membandingkan

Bahwa tidak selamanya kekuatan yang bersandar pada hegemoni politik dan logistik Paslon akan menjadi penentu kemenangan. Suara-suara harapan baru akan lahirnya pemimpin yang benar-benar punya kapasitas dan terutama niat baik untuk membangun Kabupaten Bangka, sangat dibutuhkan oleh masyarakat Bangka saat ini.

Dari Lima pasang calon yang tersedia, yang masing-masing sudah punya jejak kepemimpinan di Bangka (baik eksekutif, legislatif maupun dunia usaha), tentu memori kolektif masyarakat tentang kapasitas dan integritas setiap calon, sudah melekat di masing-masing benak pemilih.

Sehingga para calon sudah bukan saatnya bukan lagi bertarung popularitas, hal yang paling penting saat ini adalah ide dan gagasan apa yang ingin ditawarkan ke masyarakat, serta jaminan bahwa pasangan yang terpilih nanti bisa memberikan perubahan di masyarakat dan kemajuan pembangunan dan kesejahteraan di Bangka. Tidak berjuang untuk memperkaya diri atau kelompok, serta bersikap adil dan tidak membeda-bedakan semua golongan di masyarakat.

Baca Juga  KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Pilkada Bangka, Tidak Ada Nama Rato-Ramadian

Tokoh-tokoh yang bersaing saat ini sebagai calon, masyarakat tentu sudah bisa menilai mana pasangan yang benar-benar ingin memajukan Bangka, dan mana yang hanya mengandalkan kekuatan logistik. Sangat penting untuk masyarakat Bangka untuk bisa mengenali niat dan tujuan dari lima pasangan calon yang maju bertarung. Jejak setiap calon tentu sudah ada, dan bisa dilihat oleh para pemilih.

Catatan kami, yang sudah banyak sekali melakukan riset tentang pemilihan legislatif dan pilkada, kerusakan dan kemunduran sebuah daerah sangat ditentukan oleh rasionalitas dan kepeberpihakan masyarakat (baca: pemilih) dalam melakukan seleksi kepempinan di daerahnya. Jangan pernah berharap daerah akan maju, jika calon hanya mengandalkan kekuatan uang semata untuk menang.

Baca Juga  Kisah Kemenangan Kotak Kosong di Bangka: Tak Punya Modal, hanya Pasang 2 Spanduk di Tiap Desa

Selamat memilih yang terbaik untuk Bangka.