Explore Babel 2025: Momentum Bangkitkan UMKM dan Pariwisata Bangka Belitung
Rangkaian pre-event telah dimulai sejak April 2025, dengan partisipasi aktif dalam berbagai festival ekonomi kreatif dan bazar UMKM binaan, baik di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung. Selain itu, Program Digitalisasi dan Onboarding UMKM Sukses (PRODIGIOUS) yang diselenggarakan pada 26–28 Mei 2025 berhasil melatih 40 UMKM terpilih dalam transformasi digital, dengan fokus pada pemasaran berbasis teknologi serta peningkatan kapasitas usaha untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.
Masih dalam rangka penguatan kapasitas pelaku usaha, Bank Indonesia juga menyelenggarakan 101 Workshop Series pada 21–24 Juli 2025, yang mencakup 21 topik pelatihan strategis, mencakup 4 tema besar yaitu sektor prioritas, inflasi dan ketahanan pangan, integrasi ekonomi keuangan inslusif dan hijau, serta ekonomi keuangan digital.
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli dari berbagai pemangku kepentingan. Rangkaian edukatif ini dirancang untuk menjangkau pelaku UMKM, penggiat ekonomi kreatif, pelaku usaha syariah, hingga pengelola destinasi wisata, agar lebih siap menghadapi tantangan pasar yang kompetitif.
Puncak acara atau main event Explore Babel 2025 diselenggarakan pada 25–27 Juli 2025, dengan menghadirkan lebih darihampir 100 UMKM dan berbagai layanan publikdari Bank Indonesia. Selain bazar, produk unggulan UMKM ditampilkan dalam Hall of Inspiration mencakup berbagai produk, seperti makanan/minuman kemasan, wastra, dan kerajinan.
Sementara itu, booth layanan dan atraksi terdiri dari Museum Bank Indonesia, layanan sosialisasi Bank Indonesia (QRIS, CBPR, Eksyar), serta booth layanan publik dari Tourism Information Centre dari Prov. Kep. Dinas Pariwisata Bangka Belitung, PLUT dan Dinas KUKM, HAKI oleh Kanwil Kemenkum Prov. Kepulauan Bangka Belitung, dan berbagai Perbankan.
Selain itu, terdapat juga partisipasi dari mitra lembaga seperti Tim Penggerak PKK dan Dekranasda.
Tahun ini, Explore Babel menghadirkan delapan beberapa inovasi strategis untuk memperluas dampak dan pengalaman pengunjung. Beberapa di antaranya Pada gelaran ini terdapat padalah: Parade bBudaya “Pesona Tujoh Puak” yang menampilkan keragaman adat dari tujuh kabupaten/kota, Miniatur Museum Bank Indonesia yang akan menampilkan sejarah perjalanan uang Rupiah dan replikasi antik, booth Green Area Booth untuk menonjolkan produk ramah lingkungan dan minim limbah, serta bBooth Live Selling yang mendukung perluasan pemasaran digital UMKM.
Di samping itu, diselenggarakan pula penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) G2G oleh empat pemerintah daerah (Kabupaten Belitung Timur, Belitung, Kota Pangkalpinang, dan Kota Bekasi) dalam rangka pengendalian inflasi, serta sejumlah kompetisi mulai dari pelajar maupun masyarakat umum.
Selain itu, akan dilaksanakan QRIS Fun Run 5K pada 27 Juli 2025 yang menggabungkan edukasi digital dengan gaya hidup sehat. Sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belituntelahjuga dilaksanakang, soft-launching Zona KHAS (KreatifKuliner, Halal, dan SyariahAman dan Sehat) telah dilaksanakan di Alun-Alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang.
Perbankan juga berperan aktif dalam mendukung pembiayaan untukbagi UMKM yang secara, yang diwujudkan melalui penyaluran dana kepada berbagai lembaga keuangan. Sebagai simbolis dari komitmen tersebut, pembiayaan diserahkan secara resmi dari simbolis diserahkan oleh Bank Mandiri, BTN, BNI, BRI, dan Bank Sumsel Babel (BSB).
Dukungan dari sektor perbankan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM kepada UMKM sebagai debitur.Dr. (HC) Hidayat Arsani, SE.
Dalam sambutannya menyampaikan, hingga saat ini, lebih dari 214 ribu pelaku UMKM telah berkontribusi di seluruh wilayah Bangka Belitung, membuka lapangan kerja, dan mendorong inklusi ekonomi.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus mendorong transformasi UMKM agar lebih tangguh, siap digital, dan mampu bersaing di pasar nasional dan global, sejalan dengan Visi RPJMD 2029 untuk menjadikan provinsi ini berdaya saing, mandiri, dan sejahtera.
Potensi besar daerah ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, terlihat dari kunjungan dua Menteri pada Juli 2025, yaitu Menteri Desa dan Menteri Koperasi, yang turut mendukung pengembangan produk unggulan desa dan UMKM.
Langkah ini sejalan dengan Program Asta Cita Pemerintah yang fokus pada pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Sebagai penutup, masyarakat Bangka Belitung juga disuguhkan penampilan istimewa dari Putri Daerah, Shabrina Leanor, yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Explore Babel bukan sekadar pameran, tetapi ekosistem pemberdayaan UMKM dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Produk khas Babel, mulai dari kain tenun cual, batik flora, kuliner khas seperti lempah kuning dan gangan, hingga lada putih Muntok yang mendunia, menjadi daya tarik utama.
Potensi ini diharapkan tidak hanya menguatkan ekonomi lokal, tetapi juga meningkatkan daya tarik pariwisata Bangka Belitung di tingkat nasional maupun internasional.
Bank Indonesia berharap Explore Babel 2025 dapat menjadi momentum strategis untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan ekonomi Bangka Belitung yang tangguh dan berdaya saing.
Bank Indonesia berharap, Explore Babel 2025 dapat menjadi momentum strategis untuk membangun UMKM yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan ekonomi Bangka Belitung yang tangguh dan berdaya saing.
“Dengan UMKM yang kuat dan masyarakat yang bangga akan produk lokal, kita bisa mendorong kebangkitan ekonomi yang inklusif dan merata,” ujar Juda Agung.
Sementara itu, Rommy S. Tamawiwy menutup laporannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan Explore Babel 2025 sebagai peluang emas untuk terus mencintai, membeli, dan mengutamakan produk UMKM dalam negeri, sekaligus bangga berwisata di tanah sendiri. *
