Bulu kuduk berdiri seketika.

Joko lalu menceritakan kejadian pada malam itu kepada istri nya setelah mereka berada di dalam rumah.

Saat Joko mendorong gerobak bakso melewati jembatan aliran sungai yang berada di simpang batu licin.

Ia lalu menaiki sebuah tebing yang mengarah ke kampung baru.

Tepat di persimpangan yang mengarah ke kampung Pasiban, Joko yang hanya memukul pelan sebuah mangkok untuk menandakan dan memanggil pembeli.

Lalu serombongan orang orang yang berpakaian rapi menghentikan gerobak baksonya.

Mereka memesan bakso malam itu.

Orang-orang itu terlihat lahap sekali. Bahkan beberapa di antaranya menambah untuk dibuatkan lagi.

Tanpa ada rasa apapun, Joko dengan sigap melayani mereka hingga bakso dagangannya ludes.

Baca Juga  Mutiara Itu Hadir dalam Mimpiku

Dan satu persatu rombongan yang telah kenyang makan bakso pergi berjalan menuruni tebing tanpa tahu siapa dan mau ke mana mereka.

Lalu menghilang di samar cahaya lampu jalan pada jembatan di tikungan tebing Batu Licin.

Usai mendengar cerita Joko, keduanya baru paham.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 70an mendekati 80an. Kejadian ini cepat menyebar ke orang orang yang ada di Toboali dan sekitarnya.

Dan memang, pada waktu itu Toboali masih banyak menyimpan hal hal misteri.

Kisah nyata yang patut diketahui generasi penerus sebagai bagian dari cerita Toboali masa lalu.

Penamaan tebing tersebut pun tak banyak yang tahu bahwa hingga tahun 80an, masyarakat Toboali menyebut nya “Tebeng Layfat” atau Tebing Layfat.

Baca Juga  Babi Petare

Seseorang yang berketurunan China yang bernama Layfat tinggal pada sisi jalan tebing tersebut.

Setelah kejadian tersebut Joko tak pernah lagi jualan bakso pada malam hari.

Joko lebih memilih jualan bakso keliling pada siang hingga menjelang malam.

Wassalam, 27072025.