Cegah Stunting, Tim KKN Unmuh Babel Sosialisasi Pendekatan STIFIn dan PHBS di Desa Kelabat

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendekatan STIFIn untuk Pencegahan Stunting dan Pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang bertempat di kantor Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin (28/7/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh kader Kesehatan desa dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak-anak desa.

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Yauma Fitria, S.K.M yang memberikan materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Putri Cahyani Agustine, M.Pd., yang menyampaikan tentang pendekatan STIFIn dalam mendukung pola asuh dan pencegahan stunting pada anak.

Baca Juga  Seorang Penambang di Perairan Semulut Dikabarkan Tewas Tertimbun Tanah

Dalam paparannya, Yauma Fitria menekankan pentingnya pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga, seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan makanan, serta pengelolaan sanitasi rumah tangga.

Menurutnya, PHBS adalah langkah awal yang sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk risiko stunting pada anak-anak usia dini.

Sementara, Putri Cahyani Agustine memperkenalkan konsep STIFIn (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, Insting), sebuah pendekatan berbasis kecerdasan dominan yang membantu orang tua memahami karakter dan kebutuhan anak secara lebih mendalam.

Melalui pemahaman ini, orang tua dapat memberikan pola pengasuhan dan asupan gizi yang sesuai dengan tipe kecerdasan anak, sehingga mendukung pertumbuhan optimal dan menghindari risiko stunting.

Baca Juga  DWP Babar Bagikan Puluhan Paket Sembako di Peringatan HUT ke-24

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya mengenali karakter kecerdasan anak melalui pendekatan STIFIn (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, Insting).

STIFIn merupakan metode yang mengklasifikasikan kecerdasan manusia berdasarkan sistem dominan di otak, sehingga dapat membantu orang tua memahami karakter unik anak secara lebih personal.

Dengan mengenali kecerdasan dominan anak sejak dini, orang tua dapat menyesuaikan pola asuh yang lebih tepat baik dalam hal komunikasi, cara belajar, hingga pemberian stimulasi yang sesuai.

Pemahaman ini menjadi sangat penting dalam mendorong tumbuh kembang anak yang optimal, serta membantu meminimalisir risiko masalah kesehatan jangka panjang, seperti stunting, karena anak mendapatkan perhatian dan dukungan sesuai kebutuhannya.

Baca Juga  Himawan Apresiasi Pelayanan DPM Nakertrans Babar, Begini Penjelasannya