Tak lain dan tak bukan sudah bisa dipastikan pelaku utama dari kejadian menggemparkan itu ialah makhluk yang di sebut Anje Anje.

Bentuk dan rupanya tak bisa dilihat dengan kasat mata namun menurut dukun kampung, kedatangan dan kepergiannya seperti bunyi batok kelapa yang diadu dengan batok kelapa lain,Tok tok tok tok tok.

Ada pun bunyi tersebut sebenarnya berasal dari pertemuan dua lutut sang pemangsa unggas tersebut sebab jalannya yang seakan lunglai hingga kedua lutut nya berpantuk satu sama lain.

Bagi warga yang merasa mendengarkan bunyi tersebut ketika tengah malam.

Selanjutnya disusul dengan bunyi unggas pada kandang adalah hal yang biasa mengingat Anje Anje diyakini hanya memangsa unggas peliharaan warga.

Baca Juga  Ikhlaskan Segalanya

Namun keresahan tersebut menimbulkankan keprihatinan seluruh warga termasuk dukun kampung yang setiap kejadian pasti akan menceritakan hal tersebut kepada beliau.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa yang telah berlangsung selama 3 hari ini, dukun kampung menyarankan agar warga yang masih mempunyai unggas segera mungkin menabur kan garam di sekeliling kendang.

Warga juga diminta membakar kulit bawang bekas sampah rumah tangga atau mengumpulkan kulit kulit bawang.

Memang setelah kejadian beberapa tahun silam warga yang sering melakukan tabur garam di sekeliling kandang dan bakar kulit bawang merah, Anje-Anje sang pemangsa tidak pernah lagi memangsa unggas mereka.

Namun setelah jarang dilakukan aktivitas tabur garam, peristiwa serupa terjadi tiga malam berturut dan menggemparkan warga setempat.

Baca Juga  Satire Tua, Rompi Pink Bergaris Hitam, Perusahaan dan Koruptor

Toboali memang banyak kisah yang menarik untuk diangkat melalui tulisan. Sebab di zaman digitalisasi sekarang kejadian kejadian semacam ini telah jarang terjadi namun masih juga ada di pelosok pelosok desa yang diyakini dilakukan sang pemangsa bernama Anje Anje.

Wassalam, Yoelch