Legenda Modern dari Penulis Bangka Selatan
Oleh: Bambang Trimansyah
Ia sering dipanggil Ko Tony. Seorang peranakan Tionghoa dari Toboali, Bangka Selatan.
Penampilannya energik dan sering mengenakan baju atau sepatu berwarna oranye. Ko Tony seorang penulis fiksi yang mengikuti Lomba Penulisan Cerita Anak Dwibahasa di Kantor Bahasa Bangka Belitung.
Tahun ini karya Ko Tony kembali terpilih di antara karya terbaik pilihan empat juri, salah satunya saya dan satunya lagi Mbak Dian Kristiani. Kami berdua diundang ke sana.
Saya tertarik dengan sosok Ko Tony dari Bangka Selatan ini. Ia seorang ASN di Bangka Selatan dan pernah menjadi ASN di Dinas Pariwisata. Karena berada di situ, ia menulis kisah fiktif asal-usul Batu Belimbing yang menjadi salah satu destinasi wisata di Bangka Selatan.
Sebenarnya tidak ada legenda sebelumnya yang diketahui tentang sebab musabab batu itu muncul, kecuali penelitian ilmiah terkait pembentukan batu granit itu oleh alam. Diperkirakan terbentuk 210-215 juta tahun lalu. Keberadaan granit erat kaitannya dengan kandungan timah di tanah Bangka.
Ko Tony menciptakan legenda layaknya juru cerita pada zaman dahulu kala yang menuturkannya dalam tradisi lisan. Cerita itu dipublikasikan lalu diterima oleh masyarakat. Beberapa meyakini itu sebagai legenda masa lalu yang berhubungan dengan sejarah.
Lalu, muncul pertanyaan apakah boleh menulis legenda pada masa kini lalu menyebar seperti cerita masa lalu?
Legenda dipahami sebagai cerita rakyat (folklor) zaman dulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah—biasanya dikaitkan dengan tokoh atau tempat. Artinya, cerita yang ditulis oleh Ko Tony jika tersebar masif, bakal jadi legenda pada masa yang akan datang—entah seribu tahun kemudian.
