“Artinya ini siapa yang mau ngambil duluan, siapa yang akan membangun duluan. Harapannya ada investor yang kemudian akan membangun dua titik itu, karena sekali lagi, dua titik di Sebagin dan Teluk Inggris belum dihapus dan harus dipertanggungjawabkan karena menggunakan dana APBN. Sebagian bahkan sudah dilakukan studi kelayakan jaringan bawah laut sampai Sumatera maka itu bisa dikatakan layak, hanya saja perlu pembaruan data, tapi sekali lagi, dari sisi tapak PLTN, Desa Sebagin masih layak,” ujarnya.

Kusnanto menjelaskan tapak PLTN di Desa Sebagin telah memenuhi 18 item yang ditentukan sehingga dinyatakan layak untuk dibangun PLTN.

“PLN sesuai dengan RUPTL, siapapun yang mau membangun PLTN boleh mengajukan. Jadi ini adalah kesempatan bagi siapa yang mau membangun PLTN itu. PLN akan membeli listriknya dan akan memanfaatkan untuk kepentingan masyarakat seperti industri,” imbuhnya

Baca Juga  Geger! Sesosok Mayat Ditemukan di Pesisir Pantai Sebagin

Dosen UGM ini menambahkan, komitmen kita dalam pembangunan PLTN adalah teknologi yang aman dan selamat, aspek lingkungan serta aspek ekonomi.

“Jadi jangan sampai membangun pembangkit listrik apa pun itu, harganya mahal dan kita membutuhkan listrik yang murah tetapi berkesinambungan