Ungkapan ini menunjukkan betapa Rasulullah SAW sangat menghargai peristiwa tersebut sebagai bentuk perjuangan sosial dan penegakan keadilan.

Menanam Keadilan, Menuai Kepemimpinan

Hilf al-Fudhul menjadi contoh konkret leadership sosial dan aktivisme pemuda. Muhammad SAW yang masih sangat muda telah menunjukkan sensitivitas sosial, keberanian moral, dan kepedulian terhadap nilai-nilai universal.

Bersama dengan para pemuda dan tokoh lain,  Beliau tidak hanya diam atau bersikap netral ketika ketidakadilan terjadi.  Karen itu adalah panggilan jiwanya. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari komitmen segelintir orang yang memiliki hati yang bersih dan keberanian untuk bertindak.

Hilf al-Fudhul adalah pelajaran penting bahwa keadilan bukan milik satu agama, suku, atau kelompok saja. Ia adalah nilai kemanusiaan yang harus diperjuangkan bersama. Peristiwa yang terjadi saat Rasulullah SAW masih muda dan belum menjadi Nabi  ini mengajarkan bahwa menjadi muda bukan alasan untuk diam atau menunggu. Justru masa muda adalah momen terbaik untuk belajar peka, terlibat, dan berani.

Baca Juga  KPU Kota Pangkalpinang Eliminasi Ratusan Pelamar PPK

Kisah ini juya mengajarkan kepada kita tentang jenis lain dari kekuatan. Kekuatan tersebut adalah soft power, yang berupa pengaruh, kemampuan diplomasi dan menyatukan banyak orang.

Tentunya hal tersebut muncul dari karakter, kepercayaan, dan konsistensi moral. Perjanjian Hilf al-Fudhul walaupun diinisiasi oleh para pemuda kemudian menjadi sebuah perjanjian yang diakui dan ditaati bersama.

Sekuat apapun tokoh yang ada saat itu, akhirnya tunduk pada perjanjian ini. Tak berani lagi mereka melakukan kecurangan dalam transaksi jual beli. Keagungan nilai yang diusung, mengalahkan ketokohan individu.

Kini, ketika dunia disibukkan dengan berbagai isu sosial, ketimpangan, dan keresahan anak muda, kisah ini menjadi obor penerang: bahwa satu tindakan keberanian dan satu sumpah kebaikan bisa menjadi sejarah yang dikenang sepanjang zaman. Mari menanam semangat keadilan sejak dini. Karena dari sanalah tumbuh kepemimpinan yang sejati.

Baca Juga  Dukung KPU dan Bawaslu RI, PD PPI Sebut Harus Kuat dan Teguh