Semarak Pawai di Toboali, Berkah bagi Pelaku UMKM
Oleh: Gilang Putra Amuria — Mahasiswa Program Studi Perikanan Tangkap Universitas Bangka Belitung
Sebagai bentuk perayaan HUT ke-80 RI Kabupaten Bangka Selatan menggelar lomba Pawai Baris Berbaris serta karnaval yang diadakan selama 3 hari, yang diikuti oleh tingkat TK, SD, SMP, SMA juga instansi dan umum. Meskipun hujan mengguyur, semangat dan antusiasme masyarakat dan peserta PBB tetap tinggi. ratusan bahkan ribuan warga memadati area pawai untuk menyajsikan para peserta
Dengan demikan peserta mengikuti pawai ini berlangsung selama 3 hari yang beranggotakan kurang lebih 91 tim yang mengikuti acara ini, diantara lain nya terdiri dari berbagai sekolah, Organisasi, dan instansi terkait. dengan turut serta para peserta tetap tampil dengan baik dan sangat keren beberapa hari ini, seperti yang kita ketahui bahwa hujan yang mengguyur selama acara ini berlangsung, tetapi semangat dan antusias sanggat terlihat dari wajah peserta.
Ada beberapa hal unik yang terjadi tahun ini. Hari pertama misalnya, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid turun dari panggung kehormatan dan ikut hujan-hujanan saat menerima penghormatan dari barisan siswa TK. Pada hari kedua, sejumlah pejabat daerah bersama Forkopimda turut turun ke jalan dan menghampiri barisan para Marching Band dari sekolah menengah Kejuruan (SMK) Yapentob, dan mereka ikut memainkan alat musik dan alat yang di bawa oleh pelajar.
Pawai Baris Berbaris (PBB) tahun ini tidak hanya menghadirkan semangat nasionalisme melalui derap langkah para peserta, tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM lokal. Sejak pagi, lapak-lapak pedagang makanan, minuman, dan souvenir ramai diserbu masyarakat yang datang menyaksikan jalannya pawai.
Kehadiran ribuan penonton dari berbagai daerah membuat perekonomian sekitar lokasi pawai meningkat tajam. Penjual makanan ringan, es kelapa muda, hingga produk kerajinan tangan mengalami peningkatan omzet yang signifikan dibanding hari biasa. Tidak sedikit pedagang yang mengaku bisa mendapatkan keuntungan hingga dua kali lipat dari biasanya hanya dalam sehari.
Selain menjadi penonton, warga juga mengambil bagian langsung dengan menyediakan kebutuhan konsumsi peserta pawai. Pesanan nasi kotak, minuman kemasan, hingga atribut lomba banyak dipesan langsung dari pelaku usaha kecil sekitar. Hal ini tentu menjadi suntikan semangat baru bagi UMKM yang selama ini bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
PBB bukan hanya ajang adu kedisiplinan, tetapi juga momentum yang memunculkan interaksi sosial-ekonomi. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya hadir untuk menyemarakkan acara, melainkan juga saling menghidupkan satu sama lain melalui dukungan ekonomi. Kehangatan antarwarga, kebanggaan daerah, serta peluang usaha baru menjadi warna tersendiri dari penyelenggaraan kegiatan ini.
