Kontes Kecantikan Indonesia: Antara Kontroversi dan Jargon Pemberdayaan
Namun, sering kali terjadi ketidaksesuaian antara jargon pemberdayaan perempuan dan kepentingan industri kapitalisme kecantikan, yang lebih mengutamakan penampilan dan penyusunan kalimat dengan branding media sosial ketimbang komitmen serta konsistensi.
Sebagai bagian dari industri kecantikan yang membutuhkan sponsor, pesan sponsor turut berperan. Kemampuan, konsistensi, dan keberanian Direktur Nasional serta tim dalam menetapkan standar pemilihan yang terukur, tanpa tunduk pada tekanan atau pesan sponsor, termasuk lobi yang tidak sehat, menjadi kunci keberhasilan sebuah kontes kecantikan yang independen.
Standar Pemilihan yang Terukur
Standar pemilihan yang terukur juga menjadi faktor utama. Syarat seperti kesehatan fisik dan psikis diperlukan dalam kegiatan ini, sekaligus menjadikan peserta sebagai role model perempuan Indonesia yang mampu berbicara lantang di panggung internasional, membawa nama provinsi odan Indonesia.
Sebagai Direktur Nasional Indonesia, saya memiliki visi dan misi untuk membentuk karakter perempuan yang berbudaya dan berkepribadian Indonesia. Oleh karena itu, seluruh penampilan dan kegiatan diarahkan agar sesuai dengan konsep berbudaya dan berkepribadian Indonesia.
Kami menetapkan batasan tegas untuk tidak mempublikasikan pemakaian pakaian terbuka dan seksi di media sosial atau portal kontes kecantikan. Publikasi luas di media nasional dan internasional lebih menekankan pada pencapaian figur Miss atau Mrs., bukan eksploitasi berlebihan pada kecantikan fisik.
Kami mengarahkan pada kegiatan sosial yang bermanfaat. Kontrak hanya berlaku satu tahun, dan setelah itu, Miss atau Mrs. bebas mengikuti kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya selalu menekankan, “Jadilah ratu di hati rakyat Indonesia.”
Gerakan Self Love: Rumah Perlindungan Diri
Dalam menetapkan standar pemilihan yang terukur untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional, saya berpatokan pada advokasi yang telah saya sosialisasikan secara luas, yaitu Gerakan Self Love: Rumah Perlindungan Diri, yang meliputi: say no to drugs, tidak melakukan pergaulan bebas, tidak mengonsumsi minuman keras, tidak dugem, berolahraga secara teratur, menerapkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang, fokus pada tujuan, menghindari lingkungan pergaulan toksik, melakukan kegiatan positif, dan tidak merokok.
Tes kesehatan dan tes lainnya didasarkan pada standar gerakan Self Love: Rumah Perlindungan Diri. Setiap poin dari 10 prinsip tersebut menjadi kunci penilaian dan dilakukan dengan standar terukur, seperti tes NAPZA, pengecekan rekam jejak media dan media sosial, tes kesehatan dengan pemeriksaan laboratorium, serta tes psikotes yang melibatkan tim independen. Dengan demikian, kami dapat memberikan data transparan mengapa seseorang pantas mewakili Indonesia di tingkat internasional.
Pada tahun 2025, saya memutuskan untuk beristirahat sejenak dari kegiatan kontes kecantikan karena fokus pada gerakan literasi dan Self Love: Rumah Perlindungan Diri.
Saya juga sedang mengoordinasikan penyelenggaraan kontes kecantikan nasional dengan standar terukur seperti yang telah dijelaskan. Kami telah berkoordinasi dan mengadakan zoom meeting dengan organisasi Miss Universe pada tahun 2024 untuk mendapatkan lisensi, tetapi kendala utama adalah pendanaan.
Saya menawarkan konsep yang telah dijalankan kepada sponsor dan masyarakat Indonesia yang ingin mendukung dunia kontes kecantikan Indonesia yang sehat dan bersih dari praktik abu-abu.
Pembentukan karakter perempuan harus dijalankan dengan konsistensi serta kesesuaian antara ucapan, pemikiran, dan tindakan. Kami tidak akan tunduk pada tekanan apa pun, termasuk tekanan industri kapitalisme dan pesan sponsor dari mana pun.
Kutipan Bung Hatta, “Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi,” menjadi dasar pemikiran, sikap, dan tindakan saya selama berkegiatan sebagai Direktur Nasional Indonesia.
