Nelayan Kundi Resah, Praktik Penyalahgunaan Solar Diduga Marak Terjadi di SPBN 26-333-32
Nelayan Kundi Resah, Praktik Penyalahgunaan Solar Diduga Marak Terjadi di SPBN 26-333-32
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Warga dan nelayan yang berdomisili di Desa Kundi, Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar) alami kesulitan dalam mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dalam beberapa waktu terakhir.
Diduga, kesulitan ini terjadi karena ada dugaan praktik penyalahgunaan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Seperti diduga terjadi di SPBN 26-333-32 Desa Kundi yang merugikan masyarakat dan tertangkap kamera pada Sabtu (30/8/2025) lalu.
Pada pukul 23.00 Wib itu, terlihat ada 2 mobil pickup dengan Nomor Polisi BN 8624 RL dan minibus jenis Panther BN 8296 BR sedang mengisi BBM subsidi. Dalam rekaman video yang diterima, sejumlah jeriken tersusun rapi siap menampung solar dalam jumlah besar.
“Kalau yang saya tahu SPBN ini milik seorang pengusaha berinisial AK. Tapi di dalam kesehariannya pengelolaan diserahkan kepada JN,” ungkap salah seorang nelayan di Desa Kundi, Safri saat dikonfirmasi sejumlah wartawan pada Selasa (2/9/2025) pagi.
Pria berusia 40 tahun itu mengatakan, kelangkaan solar bersubsidi di lokasi itu sudah berlangsung lama. Dirinya dan teman-teman lainnya sangat sulit mendapatkan BBM solar. Padahal solar sangat penting untuk nelayan agar bisa menopang ekonomi keluarga di laut.
“Padahal kami nelayan butuh untuk ke laut. Tapi ada saja mafia solar yang bisa membawa dua sampai tiga drum ke luar, sementara kami hanya dapat sedikit. Kalau begini terus, bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak sekolah,” ujarnya.
