(Untuk dr Rosa)

Oleh: Hening Cahaya

Ada kata tidak terucap, pada tatapan bening mata.
Yang menyembunyikan bahasa samar, tentang kita.
Setelah lama menghilang dan kau pulang memberi bayangan, masa silam.
Kau bermain, menebar kegelisahan pada benih-benih kerinduan.

Lalu berbisik lewat angin, menggumamkan tentang rasa, sejatinya saling memiliki.
Dan diam kita menahan rasa ngilu.
Tergores waktu, pada berputarnya jarum jam tua berkarat.
Menikam lamunan sore hari dalam liarnya suara alam.

Kita jadi tidak berdaya, mendengar gesekan suara sumbang, rintik hujan.
Begitu dingin pelukan angin, menyelimuti percakapan, menunggu senja.
Yang diungkapkan tanpa getar bibir.
Tanpa rambu-rambu batas bicara.

Baca Juga  Di antara Ruang dan Waktu