Nasib Pilu Gaza, Bebaskan Segera
Ini harusnya menjadi poin yang bisa diambil oleh kaum muslimin bahwa iman adalah kekuatan, Islam adalah kekuatan kita. Disisi lain juga membuka mata dunia betapa bengis dan juga lemah bangsa zionis yahudi. Semestinya ini memicu semangat di hati kaum muslimin untuk bersegera menolong muslim Palestina dengan segenap jiwa raga mereka.
Kemana Penguasa dan Pasukan Kaum Muslimin?
Hari-hari dimana kita melihat seorang manusia mengais tepung di jalanan, seorang ayah membongkar reruntuhan mencari jasad anaknya yang mungkin masih ada sisanya, atau hari dimana lewat diberanda kita seorang anak kecil mengurusi adik-adiknya yang masih kecil karena semua keluarganya syahid adalah hari-hari yang tidak baik-baik saja. Apakah kondisi ini benar-benar tidak mengetuk hati penguasa dan pasukan kaum muslimin yang gagah?
Sayangnya, lebih dari 61.000 nyawa telah syahid. Namun tidak ada satu kompi tentara pun yang dikirimkan oleh penguasa muslim manapun.
Bahkan yang menambah kemarahan kita adalah ketika terjadi aksi Global March to Gaza justru seorang muslim terlihat bersujud dan menangis dihadapan tentara muslim agar mereka berkenan membuka gerbang rafah sebagai satu-satunya akses bantuan masuk. Penguasa Mesir mendeportasi aktivis peduli Gaza. Amat memilukan.
Sikap yang jauh dari ksatria ini telah membelalakkan mata kita betapa nasionalisme telah mengikat umat ini sampai mati hati nuraninya. Penguasa muslim terutama yang berbatasan dengan Palestina lebih memilih sikap aman untuk tidak ikut campur urusan Palestina. Sebab menjaga katanya “keamanan negara”.
Benarlah bahwa penyakit Wahn yang Nabi Saw sabdakan telah merasuki jiwa penguasa kaum muslimin. Mereka cinta dunia dan takut mati. Padahal, jika mereka maju dan membela saudara muslimnya maka sungguh itu adalah kemuliaan yang sangat tinggi derajatnya. Jika pun mereka gugur, mereka gugur sebagai syuhada yang kematiannya akan mengguncang langit.
Tapi sayang, mereka lebih memilih diam. Tentu ini sikap yang mengecewakan. Rakyat sipil seperti kita bisa mendorong agar penguasa muslim menerjunkan tentaranya untuk bisa mengimbangi perang. Namun, sekali lagi berharap pada penguasa hari ini ibarat tangan yang ingin memeluk gunung.
Ummat Islam Wajib Menolong
Walaupun kaum muslimin Palestina tetap bertahan dan mereka memahami betul kemuliaan menjadi penjaga tanah suci Al-Quds. Namun, kaum muslimin wajib menolong saudaranya. Rasulullah Saw bersabda, “Perumpamaan kaum Mukmin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Begitu juga dalam hadis yang lain, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Dia tak boleh menzalimi saudaranya dan membiarkan saudaranya itu (dizalimi). Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya. Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan satu kesulitan saudaranya (di dunia), Allah akan menghilangkan satu kesulitan dari dirinya pada Hari Kiamat.” (HR al-Bukhari).
Jelaslah bahwa tidak pantas bagi kaum muslimin untuk memilih bungkam. Kaum muslimin harus bersegera menolong saudaranya. Pertama, menyeru penguasa muslim untuk mengirimkan tentaranya mengusir penjajah zionis. Ini adalah langkah praktis untuk saat ini.
Kedua, memberikan edukasi kepada kaum muslimin tentang akar masalah dan solusi Palestina agar semakin banyak yang sadar dan bangkit untuk menolong Palestina.
Ketiga, speak up di media sosial. Meramaikan postingan tentang Palestina. Agar dunia tidak lupa dan zionis tidak leluasa melakukan penyerangan.
Keempat, bergabung dengan jamaah dakwah untuk bersama mendakwahi ummat meraih kesadaran Islam yang benar. Menjadi muslim yang peduli dengan urusan ummat dan persatuan kaum muslimin akan cepat terwujud ketika banyak orang Islam yang sadar bahwa persatuan adalah kewajiban.
Kelima, mengembalikan kepemimpinan Islam (khilafah) yang telah terbukti selama berabad-abad mampu menjaga tanah suci Palestina. Khalifah juga akan memberikan komando jihad kepada tentara muslim untuk melakukan jihad fi sabilillah. Inilah solusi hakiki untuk menyelesaikan perang ini dengan tuntas.
Demikianlah, bahwa banyak upaya yang dapat dilakukan seorang muslim. Kita sebagai muslim di Indonesia dapat terus menggelorakan semangat untuk pembebasan tanah suci Al-Quds, mensyiarkan keteguhan kaum muslimin Palestina juga kekejaman zionis.
Dengan banyaknya aktivitas penyadaran ummat baik secara langsung atau di media sosial akan mendorong ummat ini untuk bangun dari tidur panjangnya, meraih kebangkitan yang hakiki. Wallahu’alambisawwab.
