Ia menekankan bahwa metode PBL memungkinkan mahasiswa tidak sekadar mempelajari teori, melainkan juga berperan aktif sebagai agen perubahan.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat dan menawarkan solusi berbasis teknologi digital yang aplikatif. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga turut serta dalam memajukan desa secara nyata,” ungkap Dr. Darus Altin.

Sebanyak 16 mahasiswa dari Kelompok 2 tampil sebagai motor penggerak program ini. Mereka merancang dan melaksanakan berbagai proyek yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari literasi digital bagi warga dan pelaku UMKM, pengembangan Pojok Aspirasi Online sebagai sarana penyampaian suara masyarakat, pendataan UMKM berbasis digital, hingga pendampingan usaha kecil dan menengah agar mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Baca Juga  BREAKING NEWS: Seorang Bocah Perempuan Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolong Jelutung

Seluruh kegiatan tersebut dirancang agar selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung terciptanya ekosistem digital desa yang berdaya guna.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Koordinator Program Studi Bisnis Digital.  Karmawan menyebut pentingnya dalam memastikan relevansi akademik program ini dengan kebutuhan praktis di lapangan, khususnya dalam kaitannya dengan bisnis digital.

Kontribusinya menegaskan pentingnya sinergi antara kurikulum akademik dan realitas masyarakat yang sedang bergerak menuju digitalisasi.

Program Pagarawan Go Digital diharapkan menjadi model pengembangan desa berbasis kurikulum OBE dan metode PBL. Sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat membuka peluang besar untuk menciptakan dampak berkelanjutan, mulai dari peningkatan literasi digital, penguatan kapasitas UMKM, hingga pembentukan budaya masyarakat yang adaptif terhadap teknologi.

Baca Juga  Terungkap, Begini Kronologi Pemerkosaan Pemuda Mabuk di Merawang

Seperti yang ditegaskan Kepala Desa, inisiatif ini merupakan langkah awal menuju transformasi Desa Pagarawan sebagai desa digital yang inovatif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Rilis)