Mewujudkan Mimpi Pemanfaatan Lahan Pascatambang di Desa Baskara Bakti

Oleh: Andini Harsyta — Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Para pemuda Desa Baskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, berkumpul dalam sebuah diskusi bersama untuk membahas masa depan lahan pascatambang yang ada di wilayah mereka.

Diskusi ini diikuti oleh enam orang peserta yang secara aktif menyampaikan gagasan melalui metode brainstorming. Meski jumlah peserta tidak banyak, namun ide-ide yang muncul cukup kaya, relevan, dan berpotensi besar untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat desa.

Salah satu gagasan utama yang mengemuka adalah pentingnya melakukan reklamasi pada lahan pascatambang. Reklamasi dianggap sebagai langkah awal untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan yang sudah rusak akibat aktivitas penambangan.

Baca Juga  Wujudkan Ketahanan Bumi, Polda Babel Tanam 10.500 Bibit di Desa Baskara Bakti

Tanah yang terdegradasi perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan dampak lingkungan lebih lanjut seperti erosi, sedimentasi, maupun penurunan kualitas air tanah.

Pemikiran ini menunjukkan bahwa generasi muda di Desa Baskara Bakti memiliki kesadaran ekologi yang cukup tinggi. Mereka tidak hanya memikirkan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga kelestarian lingkungan yang akan menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

Sejalan dengan gagasan reklamasi, muncul pula usulan untuk melakukan penanaman pohon di sekitar lahan bekas tambang. Penanaman pohon diyakini mampu memberikan banyak manfaat, mulai dari memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, menjaga kelembapan, hingga menciptakan ruang hijau yang asri.

Jika dikelola dengan baik, kawasan yang semula gersang akibat tambang dapat kembali menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Selain itu, penanaman pohon juga bisa diarahkan pada jenis-jenis yang bernilai ekonomis, seperti buah-buahan lokal atau pohon keras yang memiliki nilai jual, sehingga manfaatnya tidak hanya ekologis tetapi juga ekonomis bagi masyarakat.

Baca Juga  Menulis Adalah Doa: Merajut Asa, Merengkuh Rida-Nya

Namun yang paling menarik dari hasil diskusi ini adalah fakta bahwa sebagian lahan pascatambang di Desa Baskara Bakti kini telah berubah menjadi sebuah danau yang indah. Letaknya yang bersebelahan dengan pantai menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri.

Potensi alam tersebut kemudian memunculkan ide untuk mengembangkan kawasan danau pascatambang menjadi destinasi wisata berbasis alam. Dalam diskusi, para pemuda mengusulkan pembangunan infrastruktur pendukung seperti toilet umum, kios atau warung UMKM, serta area istirahat yang nyaman.

Kehadiran infrastruktur tersebut tentu akan membuat pengunjung merasa lebih betah, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa melalui aktivitas perdagangan, kuliner, maupun jasa wisata.

Selain itu, adanya perpaduan antara danau pascatambang dan pantai di sekitarnya memberi peluang besar untuk menciptakan kawasan wisata yang unik.

Baca Juga  Di Balik Selat Hormuz: Kekuatan yang Jatuh dan Umat yang Diminta Sadar