Seteru
Kita memang ditempatkan pada posisi perseteruan.
Tidak ada ruang menampung kegelisahan.
Tinggal rintih pedih seperti kenangan pertama, menyesakan dada dan menyisakan lara.
Hanya isak tangis lirih menggerayangi ucapan polos.
Sampai mempertanyakan siapa sebenarnya diri kita.
Sudahlah akhiri perseteruan, tanpa menyisakan kenangan.
Bandung 18 September 2025.
Halaman
1 2
