Selamat Jalan Pipiet Senja, sang Pejuang Kata dan Cahaya Literasi
Beliau juga sangat piawai menulis dalam bahasa Sunda. Karya-karya Sunda-nya dimuat di majalah Mangle, harian Gala, dan tabloid Galura, menunjukkan komitmen beliau untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah.
Selain itu, beliau aktif menghidupkan sastra profetik dan Islami, berkolaborasi dengan penulis lain seperti Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa serta penulis lainnya dalam wadah Forum Lingkar Pena. Membawa nilai moral, keindahan bahasa, dan pesan spiritual dalam setiap karya.
Lebih dari sekadar menulis untuk diri sendiri, Pipiet Senja menulis untuk orang lain. Untuk generasi muda, untuk pembaca yang haus inspirasi, dan untuk mereka yang ingin menapaki dunia literasi.
Anak-anaknya, Haekal Siregar dan Azimattinur Siregar, mengikuti jejak beliau sebagai penulis, bahkan beberapa kali berkolaborasi dalam menulis buku bersama. Hal ini menegaskan bahwa semangat literasi yang beliau tanamkan bukan hanya warisan kata, tetapi juga warisan kehidupan.
Produktivitas menulis Pipiet Senja begitu luar biasa. Lebih dari 80 novel, cerpen, dan buku anak telah diterbitkan, banyak di antaranya dibahas dalam penelitian, skripsi, dan karya ilmiah.
Beliau dikenal sebagai mentor yang murah hati bagi penulis muda, santri, bahkan TKW di luar negeri, menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar karya, tapi juga warisan yang harus dibagikan.
Kini, Pipiet Senja telah meninggalkan dunia ini, namun semangat, karya, dan pengaruhnya tetap hidup. Setiap huruf yang ia ketik, setiap cerita yang ia tulis, menjadi warisan abadi bagi dunia sastra Indonesia.
Semoga Allah SWT menerima amal baik beliau, mengampuni segala dosanya, melapangkan kuburnya, dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga juga lahir pejuang-pejuang literasi baru yang menyalakan cahaya kata-kata seperti yang pernah beliau lakukan, meneruskan api semangatnya bagi generasi mendatang.
Selamat jalan, Pipiet Senja. Terima kasih atas cahaya yang kau tinggalkan dalam dunia kata, atas inspirasi yang kau tularkan, dan atas semangat yang kau tanamkan dalam hati kami. Dunia akan selalu mengenangmu sebagai pejuang kata yang tak tergoyahkan.
