Begini Klarifikasi Fandi yang Dituding Dede Sunandar Tak Bayar Uang Job Acara di Pangkalpinang
Begini Klarifikasi Fandi yang Dituding Dede Sunandar Tak Bayar Uang Job Acara di Pangkalpinang
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Usai namanya viral diduga terlibat penipuan terhadap komedian Dede Sunandar, Fandi akhirnya memberikan klarifikasi. Saat hadir di dalam program Ruang Tengah Bangkapos, sosok Fandi lalu menceritakan kronologi kejadian itu.
Selaku pemilik Kirana Entertainment, ia sebenarnya telah melakukan klarifikasi terhadap isu miring itu sebanyak 2 kali. Sebelum masuk ke tema yang viral, dia bilang terlebih dahulu jika pada sebuah acara, ada peran investor. Tugasnya itu menyiapkan dana untuk gelar acara.
Secara spesifik, investor yang bertugas membayar artis, vendor dan persiapan acara. Untung atau rugi yang diterima menjadi bagian tak terpisahkan oleh seorang investor. Pada kasus Dede ini, dia mengaku sebagai investor acara konser, mendatangkan sederet artis.
“Ada Whisnu Santika, Raisa dan Adnan Veron. Dhyo Haw, Malik, Lomba Sihir, di situ juga ada MC. Saya membenarkan MC nya Dede Sunandar. Kemudian ada tiga dari lokal, Munir, Tamara dan Jack Tugil,” ujarnya dalam video yang tayang pada Kamis (9/10/2025) kemarin.
Ia mengatakan, sebagai investor, pihak Kirana Entertainment lalu menyerahkan uang kepada Event Organizer (EO). Di mana uang modal yang diserahkan kepada pihak penyelenggara dari lokal Babel itu sekitar Rp550 juta lebih. Uang itu diserahkan melalui metode transfer.
Setelah diluncurkan rencana konser itu, ada perubahan skenario acara yang awalnya ia gagas cukup dengan artis penyanyi saja. Tapi di perjalanan, pihak penyelenggara memiliki ide ada sosok artis sebagai pembawa acara. Dengan anggaran yang tidak begitu besar.
“Artis lain yang hubungi semuanya dari pihak EO, cuma Dede kita yang hubungi itu. Karena dari awal kita tidak terbesit MC nya artis. Kebetulan saya memang dekat dengan beberapa artis besar di Jakarta. Ada orang tua angkat saya, beberapa manajer artis deket,” ujarnya.
“Saya lalu konsultasi ke orang yang disebut Dede juga, Om Jio, termasuk datang ke podcast ini juga untuk klarifikasi. Waktu itu saya konsultasi siapa aja ni kira-kira artis yang harga low, tapi setidaknya orang kenal. Belum (muncul nama Dede),” kata Fandi.
Setelah mendapatkan alternatif nama Dede Sunandar dengan kondisi yang sedang menurun, muncul ide itu untuk memakai jasanya. Tanpa melalui sosok Jio tadi, Fandi lalu menghubungi Dede Sunandar. Melalui Contact Person (CP) di akun Instagram (IG) Dede Sunandar.
“Saya chat Dede, semua omongan saya di sini bisa dipertanggungjawabkan, ada buktinya. Dari chat pertama kali sampai bukti transfer. Di situ saya chat mau nanya, buat MC acara konser 27 Juli, Bang Dede berapa kena harganya. Ke luar harga 15 juta,” ujarnya.
“Tanpa basa-basi, lalu ada telepon. Dia cerita di podcast Kang Sule 30 juta, itu sudah kebohongan publik yang sangat besar. Setelah 15 juta, telepon masuk 3 menit, yang nelvon Dede langsung. Di situ kita ngobrol, De, ngga usah takut gue kenal Om Jio dan lainnya,” ujarnya.
Meski bayaran Rp15 juta itu disepakati tanpa kelanjutan, dia lalu bernegosiasi dengan Dede. Dengan angka itu, Fandi meminta Dede tiba di Pangkalpinang 1 hari sebelum acara. Tujuannya untuk promosi tiket konser di sebuah kafe sebagai salah satu sponsor pihaknya.
“Kita bikin acara di situ (kafe) dan ada tribute to concert. Nanti Dede datang, cuma gak ngejual tiket, intinya untuk promosi acara besok. Runutnya di kafe nanti, ini masih di awal. Di situ deal, dia berangkat H-1, gak mungkin gak tahu tujuannya datang ke sini,” ujarnya.
“Dan hotel sudah di booking kok, orang hotel gak mungkin nanya. Kan di podcast itu ngomong, eh De lu ngapain datang hari ini, kan artis besok, lah iya (klarifikasi Dede). Kalau untuk itu saya membenarkan bang, Dede kebingungan di Bandara,” tambah dia.
Selain itu, sebelum bertolak ke Bangka, Fandi telah mengirim uang muka ke Dede senilai Rp2,5 juta dari rekening istrinya 1 bulan lebih sebelum acara.
Setelah itu, Dede dinilai seperti orang menagih utang atas sisa uang yang belum dibayar dalam pekerjaan itu.
“Tujuan DP untuk lock, bukti keseriusan kita. Seiring berjalan waktu tadi, Dede sering chat saya, pinjam duit gak ada token listrik, apa segala macam. Nanti ya De sabar, kita gak mau gegabah main transfer aja. Apalagi kita gak ada MoU kontrak, kepercayaan aja,” ujar dia.
Dia mengaku, pesan percakapan yang dikirim Dede kepadanya jelas disertai bukti. Namun, saat menghubunginya, nomor yang digunakan Dede terus berganti dengan bahasa meminjam uang. Semuanya tidak dipenuhi karena alasan utamanya tidak ada kontrak.
“Takutnya gak berangkat, cukup Rp2,5 juta. Di perjalanan kita belikan tiket untuk berangkat pakai pesawat Citilink. H-1 Dede datang saya sudah meminta kepada EO untuk menyiapkan LO Dede karena LO yang saya siapkan gak bisa. Mobilnya gak usah dipikirin, ada mobil saya sudah siapkan,” katanya.
