“Karena kita bagi tugas ni, saya hari itu sebenarnya bukan tupoksi dan tugas saya untuk presentasi acara ke polres. Karena itu kan tugasnya EO, bukan saya, saya gak tahu menahu konsep acaranya, panggungnya. Cuma karena ada chaos, mereka cari dana saya diminta tolong mewakili oleh EO. Nanti ada tim ku ada ,” ujar dia.

Pada waktu itu, ia sempat meminta EO untuk menjemput kedatangan Dede dengan posisi seingatnya mobil ada di hotel. Atau mengambil mobil di polres kalau saat itu sedang dipakai Fandi. Ia membenarkan Dede menghubunginya ketika tiba di Bandara Pangkalpinang.

Karena sedang presentasi di Polresta Pangkalpinang dan Polda Babel, dia meminta Dede menunggu sebentar. Di samping itu, Fandi menghubungi pihak EO untuk menjemput Dede. Kata EO, meminta menunggu karena masih mencari tim yang bisa menjemput.

“Saya bilang tolong lah karena saya itu sudah mewakili kalian presentasi, jangan gitu. Saya telepon lagi bang gak bisa, akhirnya saya punya inisiatif ke Dede bahwa saya bilang De, keberatan gak naik taksi online. Dari pada Dede di sana bete, karena yang lain sibuk,” jelasnya.

Untuk memberikan kejelasan, dia ada melakukan telepon panggilan agar Dede langsung menuju Hotel Aston. Dengan perjanjian uang perjalanan ke hotel akan diganti dan Dede pun tidak keberatan. Selesai presentasi, dia lalu menuju hotel tempat Dede menginap.

Baca Juga  Wali Kota Pangkalpinang Pimpin Salat Idulfitri, Ribuan Jemaah Padati Taman Merdeka

Satu hari sebelum acara, hotel sempat berkomunikasi dengan pihak EO untuk menempatkan kamar menginap bagi para artis. Fandi pun juga menjalin komunikasi dengan pihak hotel agar mengetahui jadwal kedatangan para artis. Padahal itu, bukan tupoksinya.

“Ini untuk meringankan beban yang lain karena chaos nyari duit. Tapi saya gak mau deal harga, saya cuma bantu buat booking kamar. Selebihnya sama EO, Dede check-in tanggal sekian. Tidak benar ada Dede ditanya, loh kok Dede, kan besok artis,” kata Fandi.

“Lah kan dia tahu acara tanggal 27 dan ada perjanjian yang promosi karena tidak ditawar. Dia bukan orang bodoh kok, 26 dia datang, karena ada yang disepakati. Saya ketemu di hotel, minta maaf karena ad chaos tadi. Saya ambil kartu akses untuk ke kamar,” katanya.

Setelah berbincang-bincang sebentar di lobi hotel, Dede lalu menuju kamar untuk istirahat. Ia juga sempat bilang untuk berkomunikasi bahwa uang yang telah digunakan akan diganti. Selain itu, sebelum berangkat Dede ada minta uang Rp2,5 juta dengan alasan untuk menitipkan ke istrinya.

“Karena itu logis, saya ngajuin, masak sih orang mau berangkat ninggalin istri ke luar kota nggak dikasih duit. Ini bukti lagi, tanggalnya gak ada jamnya 09.03, resi transfernya beda, dua kali, masuk dong 5 juta. Saat itu kita masih di bawah (hotel), dia masuk ke kamar,” kata Fandi.

Baca Juga  Hidayat Arsani: Kita Dituduh Punya Rp2,1 Triliun, Silakan Bank Sumsel Klarifikasi ke Polda

“Dengan ke chaosan yang ada, gak lama, dia turun ke bawah, pesen grab, makan. De, kok makan gak bilang-bilang, aturan bilang aja nanti kita siapin. Nggak apa-apa, aman kata dia. Yaudah, nanti sore siap-siap kita jalan ya, karena lihat sikon udah gak memungkinkan EO handle,” tambah dia.

Menjelang waktu maghrib, Fandi lalu ke kamar Dede untuk diajak jalan-jalan dan makan malam sebelum ke lokasi promosi tiket. Di kafe tempat promosi, Dede dijamu dengan baik tak jauh dari panggung tribute to concert kafe itu. Baru setelah itu Dede ke panggung dan dirinya untuk promosi tiket tersebut.

“Setelah promosi tiket harga presale dengan mengarahkan ke orang yang jual, itu si Dede diajak nyanyi sama home band, lalu turun. Saksi banyak dia gak jualan tiket, dan kalau Dede punya bukti silahkan hadirkan. Kalau bukti saya banyak, teman dekat saya,” lanjut Fandi.

Meski sudah di luar kesepakatan serta kekacauan yang ada, Fandi saat itu menyempatkan untuk mengantar Dede ke lokasi acara. Namun setelahnya ia kecewa dengan pihak EO lantaran Dede ditempatkan di tenda bersama artis lokal. Bahkan laporan yang diterima dia Dede ditempatkan sebuah tenda barang selama konser berlangsung.

Baca Juga  Hari Ini 3 Mantan Kepala EDSM Babel Jalani Sidang Perdana Tipikor Tata Niaga Timah

“Kita tahu bayar masing-masing artis itu di awal dan DP. Tugas investor itu tinggal mengirim ke masing-masing artis di awal. Beda, awal dan akhir, yang akhir mereka (EO). Berjalan waktu kan ada pemasukan tiket atau cash flow, dana talangan yang bisa diputar,” ujarnya.

Saat ditanya pembayaran sisa kepada Dede, Fandi memastikan tidak selesai. Hal ini karena kekacauan yang terjadi dan terkesan disepelekan. Bahkan sisa uang pekerjaan senilai Rp10 juta untuk Dede sampai saat ini tidak dilunasi. Ia tidak menyalahkan Dede angkat bicara terkait hal itu.

“Wajar, justru saya awalnya senang dia speak up. Masalah teman-teman vendor ada kejelasan, investasi kita ada kejelasan. Cuma yang jadi masalah di sini Dede berbohong. Satu masalahnya honornya 15 juta, kenapa ngomong 30 juta,” katanya.

“Kedua Dede tidak ngegembel sama Mas Dhyo, kenapa bilangnya ngegembel, Mas Dhyo tidak terima. Dia klarifikasi juga, ada kemarin heboh. Dia bilang gak dibeliin tiket pulang, dapat duit dari ngamen. Nih tiketnya ada 29 Juli, Dede pesawat Lion Air. Yang beli saya duit pribadi karena kita kan tanggung jawab,” katanya.

Sumber: Ruang Tengah Bangka Pos