Di Balik Tubuh yang Kuat Terdapat Jiwa yang Sehat
Banyak hal dikaitkan akan kesehatan mental mulai dari faktor psikologis seperti stres, tuntutan kerja, kelelahan emosi, faktor biologis seperti gen dan riwayat keturunan, faktor sosial seperti stigma masyarakat, diskriminasi sosial, serta tuntutan-tuntutan sosial dapat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa.
Dan tak kalah penting faktor spritual, jauhnya seseorang dari nilai-nilai keagamaan, jauh dan hilangnya makna hidup juga dapat menyebabkan rapuhnya jiwa.
Bahkan banyak isu yang beredar mengatakan seseorang yang hilang arah, lemah, menderita gangguan jiwa dikarenakan kurangnya iman, saya ingin membantah hal demikian bahwa banyak faktor akan penyebab lemahnya kesehatan mental seseorang seperti yang telah di sampaikan sebelumnya.
Ada sebuah kalimat indah yang berbunyi ”man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu ” artinya: barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal tuhannya. Ada yang mengatakan ini sebagai hadist, pepatah arab, kalam ulama, dan lain-lain. Namun kita tidak membicarakan hal demikian melainkan kalam tersebut memberikan makna yang begitu dalam.
Sering kali, ketika seseorang merasa hilang arah atau mengalami stres, hal itu disalahartikan sebagai tanda lemahnya iman.
Padahal kondisi tersebut bisa jadi terjadi karena seseorang belum berdamai atau kenal dengan dirinya. Justru, mereka yang dekat dengan tuhan atau rabbinya tentu mengenal siapa dirinya. Bagaimana seseorang bisa menggenal tuhannya sedangkan siapa dirinya saja dia tidak tau.
Maka, mengenal diri bukanlah sekadar langkah psikologis, melainkan juga jalan spiritual. Iman yang kokoh tidak tumbuh begitu saja, ia justru dibangun dari kesadaran diri yang utuh—bukan dari penyangkalan terhadap kelemahan atau penderitaan batin.
Sejatinya hidup ini kita yang atur, kita yang berperan, dan kita yang ambil bagian, dan semuanya yang tercermin dari diri kita buah dari berbagai hal yang ditanam, didikan orang tua yang penuh kasih sayang, peran guru yang mengenalkan berbagai hal, lingkungan dengan berbagai macam pelajaran kehidupan, alam yang sering mengajarkan arti ketenangan di tengah kesunyiaan.
Dizaman yang penuh dengan tuntutan, perubahan dan kehidupan yang serba instan membuat seseorang harus pandai-pandai dalam menjalankan hidupnya, agar ia tidak terbawa arus bahkan dikuasai oleh keadaannya
Mari cipatakan hidup yang lebih panjang, pikiran yang jernih, dan jaga tubuh, jaga diri, jaga mental, ayo pulih bersama dan tetap semangat. Banyak hal yang belum kamu coba, banyak orang yang belum kamu jumpa, dan banyak rintangan yang belum kamu terpa.
