Strategi Penanaman Nilai dan Karakter Pendidikan Melalui Ranah Sekolah
Adapun dalam keterkaitan visi misi dari ketiga sekolah tersebut, Sekolah Alam Pangkalpinang berfokus pada penerapan pendidikan berbasis alam dan menanamkan nilai-nilai spiritual yang diterapkan melalui pembiasaan, pembelajaran yang dilakukan di luar kelas, mengembangkan potensi kewirausahan.
SDN 44 Pangkalpinang seringkali menerapkan literasi dan pembelajaran di luar kelas, dengan mengembangkan potensi siswa untuk mampu meningkatkan kreativitas siswa melalui keterampilan dalam pembuatan pupuk kompos, serta pembiasaan penanaman nilai spiritual sesuai dengan visi sekolahnya yaitu unggul dalam prestasi, berakhlakul mulia, terampil dan mandiri.
Sedangkan SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang, menerapkan pembiasaan melalui setor hapalan (imtaq), sholat dan TPA (Taman Pendidikan Al-quran).
Ketiga sekolah secara jelas memiliki peran masing-masing membentuk karakter anak sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Pembentukan karakter pada setiap sekolah bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif pada individu, serta meminimalisir terjadinya penyimpangan sosial pada anak seperti terjadinya tindakan kekerasan, bullying, dan lainnya.
Pendidikan karakter yang efektif tidak hanya bertujuan dalam pembentukam individu unggul secara individu, tetapi juga berperan dalam mencegah berbagai penyimpangan sosial seperti kekerasan, perundungan, dan perilaku lainnya. Oleh karena itu, melalui pendidikan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
Di tingkat nasional, pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, yang mengarah pada terbentuknya generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta mampu menghadapi tantangan global, seperti krisis moral akibat kemajuan digital.
Keberhasilan penerapan pendidikan karakter bergantung pada kolaborasi yang konsisten antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta dukungan dari kebijakan pendidikan yang adaptif. Pada akhirnya, pendidikan karakter bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi penting untuk masa depan bangsa, agar setiap anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, penuh empati, dan mampu bekerja sama.
*Penulis Opini: Deby, Afriyani, Dessy Kurnia.S, Gina Veranty, Meme Sintia, Riyadus Soleha — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung
