Rindu
Jika puisi untukmu, itu rindu.
Dekaplah dalam diam dendammu.
Jangan lepaskan sebelum amarahmu beku.
Karena puisi itu, jiwa yang lugu.
Seperti dulu pertama bertemu.
Kau malu-malu menatapku.
Jika puisi itu tidak untukmu.
Mungkin ada rindu lain.
Merampas kesudahan berseteru denganmu.
Tuhan mempertemukan kita, tidak untuk saling memiliki.
Namun beri pelajaran artinya, rindu sebenarnya.
Yang terbawa saat tatap pertama.
Sewaktu kamu masih SMA.
RSUD Sungailiat, 24 Oktober 2025 dini hari.
Halaman
1 2
