Malam pun memandangi dengan iba,
sementara bintang-bintang seperti menahan tangis di matanya sendiri.
Bulan menggantung bisu,
menyulut cahaya pada ruang yang pernah hangat oleh cerita.
Dan senja, ia datang
membawa aroma masa itu,
lalu pergi tanpa pamit, seperti biasa.

Aku ingin berhenti di sini,
di titik di mana waktu tak berani berjalan.
Aku ingin menukar detik hari ini
dengan satu napas masa lalu yang masih utuh.
Namun waktu tak memberi harga bagi kenangan,
ia hanya membiarkan aku
membayar dengan rindu yang tak habis-habis.

Seekor burung melintas,
sayapnya mengiris udara yang dingin oleh kehilangan.
Dan hujan turun pelan,
seolah ingin menutup jejak air mata yang lebih dulu jatuh.
Di balik kabut yang menua, aku kembali
bukan untuk menemukan,
tapi untuk belajar berjalan lagi
di antara ruang yang dulu penuh,
kini hanya diisi oleh gema langkahku sendiri.

Baca Juga  Rakasha