(Refleksi Hari Gerakan Nasional Membaca)

Oleh: Iyek Aghnia — Penulis yang Tinggal di Bangka Selatan

Setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Gerakan Nasional Membaca. Peringatan ini adalah sebuah bukti komitmen untuk meningkatkan minat baca di kalangan segenap warga bangsa.

Gerakan Nasional Indonesia Membaca (GNIM) merupakan momentum untuk menumbuhkan budaya membaca di seluruh lapisan masyarakat, serta memperkuat komitmen bangsa dalam membangun masyarakat literat, cerdas, dan berdaya saing.

Pada sisi lain, Gerakan Membaca Nasional merupakan langkah penting dalam membangun budaya literasi di Indonesia. Melalui berbagai program dan strategi, diharapkan minat baca masyarakat dapat meningkat, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada perkembangan pendidikan dan kualitas sumber

Baca Juga  Bangka Idol Pilkada 2025

Sebagai mana kita pahami, membaca bukan sekadar aktivitas, tetapi gerbang menuju pengetahuan dan kemajuan.

Jujur saja, dalam membangun budaya membaca kita tidak perlu mencari teori yang paling benar.

Yang amat perlu adalah hanya kemauan dan keberanian untuk berkiprah nyata di masyarakat untuk membangun kegemaran membaca dan gerakan literasi dengan penuh komitmen dan konsisten.

Sementara itu, untuk membangun kegemaran membaca perlu dilahirkan kolaborasi dan sinergi. Jangan mencetak orang-orang instan di kegemaran membaca tanpa proses yang baik dan bertanggung jawab.

Sebagaimana kita ketahuilah, kegemaran membaca dan gerakan literasi yang konkret tidak akan pernah selesai bila dikerjakan melalui seremoni, diskusi bahkan seminar sekali pun. Karena masyarakat hanya butuh aksi nyata dan praktik baik yang dikerjakan sepenuh hati, bukan setengah hati. Apalagi hanya untuk meningkatkan citra dan pencitraan diri.

Baca Juga  AI di Ruang Pembelajaran: Kawan atau Ancaman?