Turfan selalu ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Belitung sekaligus pembina upacara menekankan bahwa HW ini adalah bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah yang menjadi ruang-ruang bagi kader muda untuk terus Ber Muhammadiyah.

“Ber-HW itu harus memiliki adab, akhlaq dan sopan santun seperti undang-undang pandu HW Ke 10, apalagi kita sedang ada di Desa orang lain. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan masyarakat bisa merasakan keberadaan kegiatan ini,” Kata Turfan.

Kegiatan upacara pembukaan berjalan dengan lancar, di tutup dengan penampilan-penampilan spekktakuler dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Belitung dan Belitung Timur, mulai dari Tari Sambut, Tarian Pancasila, Drumband dan lainnya yang begitu memakau sehingga banyak mencuri perhatian banyak orang.

Baca Juga  September 2023, Inflasi Tahunan Babel Tertinggi se-Indonesia, Ini Langkah Pj Gubernur

Artika salah satu panitia kemah HW mengatakan, kegiatan ini akan digelar selama tiga hari dua malam berturut-turut.”Kegiatan kemah akan berlangsung selama 3 hari dua malam, di hari pertama ini dimulai dari pawai, pendirian tenda, upacara pembukaan, game kebersamaan, ibadah, dan pentas seni, ” ungkap Artika

Antusias peserta juga tambak dari berbagai testimoni Fadhilah Najwa dari SMA Muhammadiyah Pangkalpinang mengaku sangat bangga mengikuti kemah tahun ini.

“Saya bangga ikut Kemah Besar Pandu HW 2025, apalagi di Belitung, punya teman baru, punya pengalaman baru dan siap menjadi juara lagi.” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu peserta SD Muhammadiyah Toboali pun merasa kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. “Capek, tapi seru banget karena ramai dan ketemu banyak teman baru,” tuturnya.

Baca Juga  Kinerja Kejati Babel Tahun 2022, Mampu Selamatkan Uang Negara 13.9 Miliar Rupiah