TIMELINES1.C0M, PANGKALPINANG — Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) sepanjang tahun 2022, berhasil menyelamatkan uang negara mencapai angka sebesar Rp 13,9 Miliar. Jumlah tersebut berasal dari kinerja bidang Pidana Khusus (Pidsus) yang berhasil mengembalikan kerugian negara senilai Rp 5,3 Miliar. Dan perkara perdata, berhasil mengembalikan kerugian negara senilai Rp 8,6 Miliar. Demikian diungkapkan, Plt Kejati Babel, Dr. Harli Siregar, SH, MHum.

“Jadi, total kerugian keuangan negara yang berhasil dikembalikan ke kas negara di bidang Pidsus dan Perdata mencapai angka Rp 13,9 Miliar,” ungkap Harli. Saat menggelar konferensi pers refleksi akhir tahun 2022 di Aula Wicaksana gedung Kantor Kejati Babel. Kamis (22/12/2022)


Dirinya menyebutkan sepanjang tahun 2022, ada 1.390 surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) yang dikeluarkan. Dari jumlah tersebut pihaknya mampu menyelesaikan 1.351.


Lanjut Harli, untuk jumlah perkara yang ditangani selama tahun 2022, di bidang Pidsus total ada 36 perkara kasus korupsi, dari jumlah kasus tersebut 20 diantaranya berhasil diselesaikan.


Sedangkan untuk penanganan perkara di bidang Pidana Umum khususnya Restorative Justice cuma terealisasi sebanyak 33 perkara dari target kita 55.


“Apabila kita persentasekan angka pencapaian kinerja selama tahun 2022 ini, yakni sekitar 66%, selain itu juga jumlah total SPDP tahun 2022 sebanyak 1.390 dan berhasil diselesaikan sebanyak 1.351,” tukasnya.

Dugaan Korupsi PDAM Pangkalpinang